Latest Releases

Tampilkan postingan dengan label ceritaku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ceritaku. Tampilkan semua postingan

Selasa, 09 Januari 2018

Kini Kita Sama Seperti Toko Kebab Itu



Setiap tanpa tujuan, kita selalu menuju satu, Toko Kebab yang hampir bangkrut itu. Toko kebab yang berada di pinggiran pasar dengan riuhnya perputaran uang di samping kiri kanannya, namun ia memiliki ruang sendiri yakni sepi. Setiap kita yang menjadi pasangan ini datang, seorang penjaga dan pengelola paruh baya terlihat sibuk untuk menyiapkan semuanya. Pesanan ku selalu kebab tanpa sayur yang kau katakan memiliki rasa 'lumayan' dan secangkir besar teh tarik, kadang, kalau sedang beruntung TV yang ada di toko kebab itu menyiarkan pertandingan sepak bola yang berhasil membuat kau ngambek karena tak kuhiraukan.

Sepanjang kita sering ke sana, Toko kebab itu tak pernah ramai, hanya ada kita berdua dan lelaki paruh baya sedang merokok berharap ada pelanggan lagi yang datang untuk menyantap kebabnya. Namun, kenyataannya kita berdua saja yang ada di meja pojok dengan pesanan yang sudah dihapalnya.

Toko kebab ini juga tidak terlalu penting bagi kita, tak pernah penting sama sekali, bahkan nama toko kebab ini kita tidak tahu, karena ia adalah tujuan kita yang sedang bingung mencari tujuan. Bahkan jika sedang asik dengan tempat baru, kita selalu lupa dengannya. Aku masih ingat raut lelaki paruh baya itu ketika menyambut kita yang hampir berminggu-minggu tidak ke sana. Kerutan wajahnya saat tersenyum, mata yang berbinar seperti jatuh cinta, serta keramahannya yang berlebihan. Nampaknya selama berminggu-minggu ia tidak kedatangan pelanggan.

Berjalannya waktu, lama kita tidak berkunjung ke sana, Toko kebab itu mulai gelap. Kita mengira ia hanya libur saja, beberapa hari kemudian keadaannya masih tetap sama. Gelap. Penjaga paruh baya itu masih ada di sana, seperti mengemas segala sesuatunya dalam pencahayaan seadanya.

Bahkan kita hanya lewat saja, alih-alih bertanya, sedih pun tak ada. Kita masih menganggap ia hanya libur saja dan melewatinya. Jahatnya, kita kadang berpaling ke penjual kebab franchise yang tersedia hampir di seluruh Indonesia. Berhari, berminggu, kemudian berbulan, masalah kita masih sama bingung dengan tujuan saat bertemu untuk bercerita. Lalu, kita terpikir toko kebab tadi, itu ide yang bagus dan aku langsung bergegas ke sana.

Sesampainya di sana, Toko kebab itu sudah tutup, tak ada lagi meja favorit kita. Lelaki paruh baya raib. Biasanya lelaki tua itu akan selalu tersenyum melihat pendar cahaya kendaraan terparkir di depan toko ini. Toko itu kosong, tak ada apapun kecuali gelap. Resmi tutup.

Seketika aku merasa kehilangan, entah kamu merasakannya atau tidak. Toko dengan kesederhaan tadi sudah tidak ada, lelaki paruh baya yang ramah namun terlihat kaku itu entah ke mana. Yang pasti bangunan itu tidak akan menjual kebab lagi, sudah pasti akan menjual barang lainnya yang menghasilkan cuan lebih banyak dan mengejar ketertinggalannya dengan toko sebelahnya yang ramai. Tak ada lagi ruang sepi yang diciptakan, sunyi kini tak meruang lagi di bangunan itu bersama lelaki itu.

Sama seperti kita kini. Tutup. Hilang. Berganti.

Kalau pun beruntung, rasa kehilangan sudah pasti menghampiri setelah rasa tak peduli. Entah aku, kamu atau kita, entah sekarang atau nanti kita tak pasti saling mencari lagi.

Kita adalah tujuan saat bingung mencari-cari tujuan. Kita adalah ketidakpentingan itu sendiri. Akhirnya, kita sama seperti toko kebab itu. Mati.

Read »

Kamis, 17 November 2016

Telkomsel, PLN, dan Keikhlasan

Sumber gambar: Pinterest


Alkisah di sebuah pulau kecil di Kalimantan Utara, hiduplah dua orang sahabat yang begitu dekat bahkan lebih dekat dari biji pelir menggantung. Sebut saja nama mereka PLN dan Telkomsel.

Dua sahabat ini selalu menjadi kebutuhan yang sangat didamba-dambakan masyarakat. Saking pentingnya, duo sahabat ini selalu dipuja-puja masyarakat untuk selalu hadir dalam setiap lini kehidupan sosial di pulau kecil bernama Tarakan.

Keduanya memiliki kelebihan masing-masing, PLN memiliki kekuatan yang bisa menghadirkan cahaya terang dan mnghidupkan alat eletronik masyarakat. Walaupun begitu jasa mereka tidak gratis seperti yang diberikan superhero Amerika, namun masyarakat tetap saja memujanya. Bahkan PLN menawarkan harga tinggi untuk jasanya, tarif termahal kedua tertinggi di negara yang disebut Indonesia.

Lain lagi Telkomsel, sahabat dari PLN ini memiliki kekuatan yang bisa memberikan hubungan komunikasi. Kekuatannya sangatlah dibutuhkan untuk zaman sekarang, seluruh warga yang ada di pulau kecil ini berharap banyak padanya untuk komunikasi mereka seperti berbicara dengan sanak keluarga, menjalankan bisnis, bahkan menjadi jalur tercepat untuk mengetahui informasi di luar pulau kecil ini.

PLN dan Telkomsel di Tarakan adalah perwujudan dari persahabatan yang hakiki. Mereka selalu bersama bahu membahu untuk membantu masyarakat. Walaupun menggunakan jasa mereka tidak GRATIS. Aku ulangi lagi ya. TIDAK. GRATIS.

Namanya sahabat yang lebih dari saudara, keduanya kadang usil. Entahlah usil atau memang disengaja, tabiat mereka sama. Mungkin karena seringnya bareng terus, kedekatan mereka ini kadang jadi masalah untuk warga kota. Misalnya saja, jika Telkomsel sedang usil-usilnya maka semua jaringan komunikasi mengalami gangguan. Dari internet, paket data, hingga sinyal untuk telpon pun tidak bisa digunakan sama sekali selama berjam-jam hingga berhari-hari.

Lalu, karena brotherhood-istilah yang digunakan untuk persahabatan mereka-PLN juga ikutan usil dengan memadamkan listriknya. Kadang setelah berjam-jam gangguan jaringan komunikasi karena keusilan Telkomsel, saat keusilannya usai PLN malah memadamkan listriknya. Internet tanpa listrik juga gak bisa ngapa-ngapain kan? Sangat mengagumkan persahabatan ini, tentu saja mengalahkan persahabatan Batman dan Robin.

Namun dari tingkah pola usil keduanya, masyarakat bisa mengambil hikmah dari usilnya kedua sahabat ini. Masyarakat harusnya sadar bahwa persahabatan keduanya patut mereka contoh dalam kehidupan bermasyarakat. Misalnya saja kontruksi persahabatan ini dapat diaplikasikan dalam kehidupan sosial masyarakat Tarakan, maka akan banyak perdamaian yang bisa dihadirkan di pulau kecil kaya minyak ini. Siapa tau dengan adanya perdamaian di kota ini, PLN dan Telkomsel Tarakan bisa mendapatkan Nobel perdamaian. Tentu saja akan jadi kebanggaan warga kota.

Tidak hanya itu, persahabatan Telkomsel dan PLN tentu saja dapat melatih keikhlasan masyarakatnya. Karena seringya usil, akhirnya masyarakat di Tarakan lebih memilih ikhlas dalam keusilan kedua sahabat yang tak terpisahkan ini. Jika ingin belajar ikhlas dan menempa keikhlasan, maka tinggallah di Tarakan. 
Read »

Senin, 07 November 2016

Cerita mantan dan sesal yang meraja (Imajiner)



Senyumnya dulu bagaikan malaikat, semua pakaian yang ia kenakan adalah yang terbaik yang pernah kau lihat. Walaupun ia memakai baju compang-camping dengan warna menabrak sana-sini tetap saja ia adalah hal terbaik yang pernah kau lihat.

Tingkah lakunya dulu adalah hal yang lucu yang membuatmu bahagia, bahagia yang melebihi saat kau menonton Komedian favoritmu. Ya, jatuh cinta memang seperti itu, berjuta rasanya kayak lagu lawas itu. Pagi adalah waktu favorit, di mana saat membuka hanphone lawasmu, ada pesan singkat darinya yang mengucapkan selamat pagi untuk menemani harimu yang sibuk. Setiap siang mengingatkanmu makan layaknya manusia yang kalau tidak diingatkan makan maka kau akan mati. Kemudian, menutup harimu dengan ciuman dan ucapan selamat tidurnya via pesan singkat atau pun secara langsung.

Apapun yang kau lakukan selalu mendapatkan dukungan penuhnya, apapun hasilnya ia selalu mengatakan 'bagus kok' ya walaupun kadang ia mengatakan tidak bagus tapi dengan kata-kata yang halus kayak paha girlband Korea. Itu selalu membuatmu semangat. Apa pun yang kau tulis, ia selalu membacanya. Apa pun warna yang kau rangkai ia selalu khidmat menikmatinya. Selalu dan selalu mendukungmu walaupun kau terjatuh, luka, lalu sembuh lagi.

Dia memang malaikat yang biasanya melindungi namun juga butuh untuk kau lindungi. Berjalan selama itu, waktulah yang menentukan, akhirnya kau bertemu dengan malaikat lainnya. Malaikat yang kau anggap lebih dari malaikat yang menjagamu selama ini. Perlahan kau tinggalkan untuk merapat ke malaikat yang menawarkan rupa serta pribadi yang menarik. Malaikat yang menjagamu selama ini kemudian bersedih, air matanya mengguyur bak hujan yang tidak bisa lagi kau hentikan. Maaf katamu, lalu kau meninggalkannya untuk memeluk malaikat lain yang kau temui itu.

Katanya Souljah, yang berkilau tidak selalu indah dan itu yang kau dapatkan. Akhirnya, malaikat dengan rupa dan pribadi yang menarik itu tidak seperti malaikat pertamamu, dan kini ia meninggalkanmu tanpa alasan, seperti yang kau lakukan dulu. Kemudian kau hancur lebur seperti abu dari kertas yang terbakar kemudian tertiup angin mengenai mata preman pasar lalu premannya mengamuk membunuh orang-orang yang ada di dekatnya. Ya, sedramatis itu. Lama kau tinggalkan malaikat pertamamu, kini ia sudah disembuhkan oleh waktu. Kau juga, kau juga disembuhkan oleh waktu kecuali sesalmu. Lalu kau hanya bisa katakan 'maaf' dan itu sudah terlambat.

Ada beberapa kemungkinan jatuh cinta, yang pertama di waktu yang tidak tepat, kedua pada orang yang tidak tepat, ketiga waktu dan orang yang tepat namun kau tidak tepat untuknya, lalu yang keempat adalah jatuh cinta untuk selama-lamanya. Celakanya, kemungkinan untuk jatuh cinta selama-lamanya bisa saja bercampur dengan sesalmu. Ya sudah, jangan benci dengan dirimu ataupun malaikat-malaikat yang hadir di hidupmu, cukupkan benci dengan perpisahan-perpisahan yang kau temui.
Read »

Selasa, 18 Oktober 2016

Butuh jatuh untuk merasakan kerendahan hati lagi

Sumber gambar: daysoftheyear.com

Kata orang hidup itu seperti roda, selalu berputar dan mengubah posisi peran manusia dari bawah ke atas, atas ke bawah atau di bawah terus susah ke atas karena roda yang namanya kehidupan harus parkir dengan waktu yang lama.Ya memang begitu hidup, kalo mau di atas terus jadilah satelit, satelit pun pernah berada di posisi bawah. Tidak ada yang mutlak selalu di atas.

Hal yang sering dialami oleh kebanyakan orang, jika berada di atas, kesombongan selalu saja menjadi tantangan. Karena di posisi ini kita melihat semua yang ada di bawah menjadi kecil akhirnya mengecilkan semua peran di bawahnya. Padahal sekecil apapun perannya, penting untuk keseimbangan kehidupan.

Karena itu, beruntung orang yang memiliki kerendahan hati, posisi inilah yang akan menempa kekuatan kerendahan hatinya. Ia akan berjuang mengalahkan kesombongan, karena ia tau posisi atas rentan jatuh dan ambruk sampai berkeping.

Kerendahan hati adalah pagarnya, jika posisimu di atas maka butuh pagar untuk membatasi batas mana yang tidak boleh dilewati agar tidak terjatuh. Bukan hanya itu, kerendahan hati juga bisa menjadi sebuah parasut yang menyelamatkanmu saat terjatuh, setidaknya jatuhmu ndak terlalu sakit.

Jadi, tetaplah rendah hati di manapun posisimu. Tetaplah memijak bumi walaupun sekarang posisimu mencapai langit. Karena jika kerendahan hati kau tinggalkan, maka butuh jatuh untuk kembali belajar kerendahan hati. Terjatuh dari atas hanya masalah waktu, tidak ada yang mutlak berada di atas kecuali kamu Tuhan.
Read »

Sabtu, 08 Oktober 2016

Pulang


Merasakan suasana rumah dan kehangatan keluarga adalah surga yang ada di dunia. Tidak perlu pemandangan yang bagus, indah, dan hijau untuk merasakan bahagia, cukup senyuman orang tua menyambut kepulanganmu.

Ya, akhirnya aku ada di tanah kelahiranku, sebelum merantau ke tanah Jawa 2007 silam. Setelah bergulat dengan berbagai macam ilmu di tanah Jawa selama hampir 9 tahun, aku kembali lagi ke kota ini, Kota Tarakan. Banyak yang sudah berubah dari kota ini, salah satunya banyak cafe yang berdiri di sini.

Pertama kali menginjakkan kaki kota ini, sambutan pertama mengucapkan 'selamat datang' adalah tidak stabilnya jaringan internet di smartphoneku. Pikirku ya mungkin karena perpindahan tempat saja, jaringan smartphone juga butuh adaptasi kayak orang pacaran gitu.

Karena lama, akhirnya aku restart smartphoneku dengan harapan agar refresh dan jaringannya semakin lancar. Namun sayang, setelah aku menyalakan ulang smartphone malah sebaliknya, sama sekali tidak menangkap jaringan 3G apalagi 4G. Hmmm, kalau 4G memang belum support di smartphoneku.

Ya pikirku memang kebetulan saja saat baru datang memang lagi gangguan, toh tiap kota besar dan kecil di Indonesia ada saja yang mengalami gangguan jaringan, sudah biasa memang. Masalahnya muncul setelah beberapa hari berada di sini. Jaringan selalu mengalami gangguan, catat, SELALU. Kadang bisa sampai berjam-jam dan hebatnya orang-orang di rumahku sudah terbiasa dan jarang mengeluh. Hebat.

Orang rumah selalu mengatakan jika itu sudah biasa terjadi di sini. Jadi mereka sudah santai menghadapinya. Oke, Jika sudah terbiasa, berarti betapa seringnya gangguan jaringan di sini.

Karena masalah jaringan ini, aku berpikir jika memasang Wi-Fi mungkin masalahku ini teratasi. Akhirnya bergegas aku menelepon perusahaan telekomunikasi negara untuk menjadi pelanggannya. Setelah terpasang, aku berharap ini adalah solusi.

Namun sayangnya, sama saja. Kata temanku, memasang Wi-Fi di sini tidak akan menjadi solusi karena jaringan Wi-Fi akan jadi puing-puing masalah baru, dan itu benar. Saat aku menuliskan artikel ini, jaringan Wi-Fi juga mengalami gangguan. Inginku berteriak di hutan, berjalan ke pantai lalu menenggak minuman keras untuk melupakan masalah ini.

Masalah kota ini bukan hanya itu, yang paling krusial adalah listrik. Di kota ini, listrik padam dan menyala seperti minum obat. Bisa tiga kali sehari. Kadang, listrik padam dan menyala bisa lima kali dalam kurun waktu tiga jam. Aku curiga petugas perusahaan listrik negara ini sedang memainkan switch atau saklar seperti anak kecil agar satu kota kelap-kelip. Hal ini biasa aku lakukan waktu kecil dulu, kalian juga pernah kan?

Entah ada masalah apa, tapi ini sangat merugikan. Masyarakat mengeluhkan jika banyak alat elektronik mereka rusak dan sekali lagi emakku ngomong "ya, sabar-sabar kalau mau hidup di sini." Ini berarti masyarakat sudah terbiasa. Sebagai informasi saja, tarif dasar listrik di kota Tarakan no 2 termahal di Indonesia. Ini fakta.

Masalah di atas hanya segelintir saja, masih banyak masalah lain kok. Banyak banget. Kalian nanya apa peran Pemerintah di sini? Aku juga gak ngerti. Kalau Pemerintah bekerja dengan baik infrastruktur, sistem, serta pelayanan publik sudah pasti bagus kok.

Nah, part ini yang aku suka:

Dear Pak Jokowi,

Disebutkan dalam sila ke lima, keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia. Namun adilkah bagi masyarakat di Kota Tarakan menghadapi masalah ini tanpa ada solusi dari pemerintah setempat, pak? Saat ini masyarakat Tarakan sudah terbiasa tidak menerima keadilan, dan itu tidak adil menurut saya.

Kalau beruntung, saat bapak membaca tulisan ini walaupun kemungkinannya kecil, menginaplah di rumah warga pak, maaf tidak seperti di pulau Jawa yang listriknya menyala 24 jam dengan kestabilan jaringan internet. Nantinya, jika bapak mengeluhkan hal ini jawaban yang pasti bapak dapatkan adalah "Ya beginilah kota Tarakan, sabar-sabar kalau mau tinggal di sini." KEADILAN BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA.

*Tulisan ini sengaja dibuat dengan keluhan.






Sumber gambar: Pinterest.com
Read »

Jumat, 15 Juli 2016

Mau istri banyak? Gampang!



Gimana sudah ada yang berdebat soal setuju atau tidak setuju tentang poligami belum di kolom kementar? Oke, berdebatlah soal poligami, namun izinkan aku bercerita tentang bagaimana cara mendapatkan banyak istri dengan cara yang sangat mudah dan bisa langsung kalian
praktekkan.

Semenjak kecil, aku diajarkan tata cara makan dari hal-hal terkecil seperti menjaga sopan santun dengan menjaga sikap ketika makan, jangan mengecap, jangan kentut saat makan, dan jangan memasukkan makanan lewat lubang hidung. Semua hal tersebut diajarkan orang tuaku.

Bahkan, pernah sekali makan bersama orang tuaku di rumah tidak sengaja aku kentut, tau apa yang terjadi? Mereka mengusirku dari meja makan dan menyuruhku makan sendirian di dalam kegelapan, sambil nonton TV. Ya, aku disuruh makan di ruang keluarga yang saat itu lampunya belum diganti.

Saking pentingnya sopan santun saat makan, mereka mengajarkan semua hal tersebut dengan keras sampai saat ini. Walaupun semua hal yang diajarkan sangat berguna saat dewasa, ada satu larangan yang belum berani aku lakukan, yakni makan berpindah-pindah tempat. Contohnya suapan pertama kalian di dapur, suapan kedua di ruang tamu, suapan ketiga kalian di rumah pak RT, begitu terus sampai kalian keliling dunia.

Orang tuaku mengatakan jika ada orang saat makan suka berpindah-pindah tempat nantinya saat menikah istrinya bakal banyak. Ya, aturan atau mitos ini hanya berlaku untuk cowok saja. Sampai-sampai larangan ini aku amalkan hingga dewasa. Namun, semuanya berubah saat aku mengingatkan temanku, sebut saja namanya Sukri. Sukri ini memang jarang sih berpindah tempat, tapi kalo pas makan ada acara TV yang bagus maka ia tidak segan untuk membawa piringnya untuk pindah ke depan TV.

Setelah kuingatkan, dia malah makin semangat berpindah tempat saat makan, alasannya emang dari dulu dia memimpikan punya banyak istri. Terakhir aku hubungi sebulan yang lalu, ia ada di Singapore untuk suapan kedelapannya. Rencananya suapan kesembilan dan ke-10 ia sudah ada di Somalia dan Zimbabwe. Ya, kita tunggu saja hasilnya.

Kalian juga bisa praktekkan kalo mau. Mudah bukan? Btw, si Sukri sampai saat ini belum menikah malah jadi traveller.


Sumber gambar: Youtube.com
Read »

Kamis, 14 Juli 2016

2 solusi bermain Pokemon Go namun malas keluar rumah



Games Pokemon Go akhirnya rilis dan menjadi buah bibir pengguna internet di dunia. Tidak tanggung-tanggung, setelah rilis games besutan Nintendo ini memiliki 21 juta pengguna aktif setiap harinya. Bahkan digadang-gadang dapat mengalahkan jumlah pengguna Google Maps.

Permainan ini adalah jenis permainan yang sederhana, kalian cuma diminta untuk menangkap Seekor Pokemon yang ada di lingkungan kalian. Untuk menangkap Pokemon tersebut, jelas kalian harus keluar rumah dan mencari keberadaan hewan virtual yang menggemaskan ini.

Masalahnya, games ini diciptakan bukan untuk seorang yang pemalas. Namun tenang saja, untuk kalian yang malas keluar rumah sebuah perusahaan pengembang drone, TRNDSlabs, menciptakan sebuah drone yang bisa kalian gunakan dan dinamai Pokedrone.

Pokedrone adalah sebuah pesawat tak berawak yang memungkinkan kalian menangkap Pokemon tanpa harus keluar rumah. Caranya cukup mudah, sambungkan smartphone ke drone melalui WiFi sehingga aplikasi games ini akan menggunakan GPS drone tersebut bukan smartphone kalian.

Setelah itu, terbangkan drone tersebut dan tangkap semua Pokemon yang kalian lihat. Mudah bukan? Ya memang selalu ada solusi untuk pemalas.

Nah, jika kalian masih malas untuk membeli drone ini, masih ada solusi lainnya yaitu jangan pernah instal aplikasi games tersebut di smartphone dan tidurlah sampai kiamat.

Jelasnya bisa kalian lihat videonya di bawah ini.





Sumber gambar: Theverge.com
Read »

Selasa, 28 Juni 2016

Masalah-masalah yang akan datang, bikin kamu naik kelas



Bukan mau ngomongin masalah naik kelas di sekolah, tapi lebih ke ujian atau masalah yang ada dalam hidup. Lebih njeru..

Tapi konsepnya hampir sama dengan kenaikan kelas di sekolah. Seseorang yang dinyatakan naik kelas dinilai memang lulus menghadapi ujian. Anggap ujian ini adalah masalah yang ada dalam hidup kalian ya.

Semakin banyak masalah, maka semakin banyak pengalaman, juga semakin tegar dalam menghadapi masalah lainnya. Banyak pelajaran yang bisa diambil dan dinikmati untuk dipraktekkan kembali di masalah-masalah yang akan datang.

Perlu memang untuk mengevaluasi suatu masalah, tujuan evaluasi ini bertujuan untuk mencari solusi. Namun kebanyakan orang, saat menemui masalah malah terfokus pada masalahnya bukan penyelesaiannya. Menurutku itu salah.

Harusnya, pelajari masalahnya, kemudian pikirkan solusinya dan terus fokus untuk menyelesaikan bukan mengeluh pada masalahnya. Aku sudah pernah mengatakan, mengeluh adalah hal yang manusiawi. Tapi ya, jangan sehari ngeluh 200juta kali, keluhan akan terus menjerumuskan kalian pada lubang gelap kesedihan. 

Misalnya aja nih, dalam suatu hubungan percintaan, saat diputusin pertama kali, rasanya sakit banget kayak dicubit. Dicubit gorilla. Bakalan sedih bangetlah, di dunia ini cuma terlihat hitam dan putih. Ndak ada warna kebahagiaan dan lain sebagainya.

Namun, setelah pernah merasakan sakitnya diputusin, nantinya bakalan beda lagi rasanya. Kalian jauh lebih tegar soalnya udah pernah merasakan patah hati yang sedihnya gila-gilaan. Nah, itu namanya naik kelas. Kalau sering banget diputusin, selain apes kalian juga bakalan terbiasa sama perasaan patah hati tersebut, akhirnya nanggapinnya santai deh. Naik kelas kan?

Di atas cuma contoh aja ya, soalnya gak normal kalau kalian diputusin terus. Sesekali mutusin lah. he he he..

Masalah gak cuma di percintaan lho, lebih dari itu. Semakin dewasa maka semakin kompleks juga masalah yang akan kalian hadapi. Yang tadinya kalau ada masalah langsung netek ke orang tua, nanti semakin bertambahnya usia kalian, maka kalian bakalan nyari tetek pacar. Gak lah. Kalian mau tidak mau harus menyelesaikan setiap masalah yang ada atau lari dari masalah. Yang pasti pilihan kedua bukanlah cara dari manusia dewasa menyelesaikan masalah.

Ingat wahai pemuda pemudi Indonesia, dari zamannya dinosaurus, hidup tidak pernah menawarkan kemudahan-kemudahan. Stay Strong!


Sumber gambar: kevingreenwired.com

Read »

Sabtu, 28 Mei 2016

Sebab masalah percintaanmu tak penting lagi


Cinta adalah sebuah anugerah terindah yang pernah dirasakan manusia. Tidak ada yang memungkiri hal ini, bahkan saya sendiri juga pernah di mabuk cinta sampai 'tai kambing pun rasa coklat' karena cinta.

Bahkan, kalau ada masalah dengan pacar, aku sudah pasti panik bukan kepalang. Kata putus adalah kata yang paling menakutkan dari IPK yang nyungsep di sekitar nol. Namun seiring waktu, hal seperti ini adalah hal yang paling konyol.

Bukannya tidak bisa mencintai, seperti yang aku katakan, seiring waktu, semakin dewasanya kamu, masalah-masalah cinta seperti ngambek, cemburu, dan tetek bengeknya adalah masalah yang remeh temeh.

Serius! Hal tersebut sudah aku alami beberapa tahun ini. Karena semakin dewasa, masalah yang kamu hadapi semakin kompleks. Masalah Cinta, bukan jadi hal penting lagi. Dalam masa ini, dunia menuntutmu untuk membiayai dirimu sendiri, dan sepenuhnya hidupmu kamu pertanggung jawabkan juga sendiri.

Jadi, mungkin karena inilah cinta tak terlalu penting. Masalah cinta pasti ada, tapi cara menyelesaikannya sudah pasti beda dengan manusia-manusia yang baru tumbuh jembutnya. Tak ada lagi ngambek berhari-hari, jikalau ada sudah pasti kamu tidak akan ambil pusing seperti manusia yang baru tumbuh jembut tadi.

Pasalnya, ada hal yang lebih penting yang menjadi prioritas, yakni masa depanmu. Semakin dewasa, kamu akan menjadi pecinta yang lebih sederhana atau malas untuk mencintai. Dunia dewasa itu kejam, boy, siap-siap saja merasa tidak berguna karena sistem yang diciptakan bisa jadi pembunuh. Pembunuh hidupmu. Kejamlah pokoknya.

Setelah menjalani proses pendewasaan ini, aku kadang kangen dengan hidupku dulu yang baru tumbuh jembut itu. Tapi apa daya, waktu terus berputar dan usia semakin dewasa, tuntutan demi tuntutan hidup akan terus membayangimu seiring waktu. Siap-siap saja.

Jadi jika kamu belum memasuki fase ini, nikmati saja hal-hal remeh percintaanmu yang kemenyek itu.




Sumber gambar: sk.cmha.ca
Read »

Selasa, 02 Februari 2016

Maaf, saya bukan seorang detektif

Sherlock Holmes @comicvine.com

Seorang detektif memang memiliki tugas yang keren, saya akui itu, bayangkan saja detektif bisa jadi seorang yang sangat penting untuk menyelesaikan sebuah kasus. Sudah pasti detektif memiliki kepintaran dan intelijensi tinggi untuk mengungkap kasus, berpikir lebih untuk memecahkan sebuah masalah dengan petunjuk yang sedikit. Tidak hanya memecahkan masalah, tugas memata-matai juga sudah khatam untuk detektif. Bahkan para detektif rela menunggu dalam waktu lama dan menyamarkan diri untuk mencari sebuah kebenaran.

Sayangnya, saya bukan seorang detektif. Walaupun begitu, saya heran kenapa banyak yang meminta bantuan saya untuk memata-matai pasangan mereka. Apalagi teman-teman di sekitar saya.

Begini, beberapa kali saya menolak untuk memberikan informasi teman-teman saya yang diminta oleh pasangan mereka. Permintaannya sederhana, mereka ingin saya mengupdate apapun yang pasangan mereka lakukan, entah dari media sosial ataupun kehidupan nyata. Mereka meminta saya melakukan hal ini alasannya karena tidak memiliki kepercayaan pada pasangannya.

Saya sering menolak hal tersebut, pasalnya saya tidak mau ambil pusing dengan masalah rumah tangga atau hidupnya seseorang. Dengan saya memberikan informasi, setidaknya saya sudah masuk ke dalam masalah rumah tangga mereka. Masalah dan kegiatan saya banyak, ngapain saya harus repot mengurusi rumah tangga orang.

Kebanyakan teman saya memang sudah menikah, dan istri dari beberapa teman saya ini sangat tidak percaya dengan suaminya, sehingga meminta saya untuk melakukan kegiatan memata-matai kegiatan suaminya di luar rumah. Kadang saya mikir, kok berani nikah sih sama orang yang ndak mereka percaya. Bego kan?

Saya juga paling anti mencampuri urusan rumah tangga orang, walaupun itu teman saya sendiri, bahkan teman dekat sekalipun. Saya senang berteman, tapi ndak suka ikut campur masalah pribadi sesorang. Berteman ya berteman, kalo soal hidup ya terserah situ mau jungkir balik, salto belakang, nungging, dan lainnya saya ndak ngurus.

Bukan ingin menutupi kelakuan nakal para suami-suami muda ini, saya cuma berteman, selebihnya kalau itu urusan rumah tangga, sedeket-dekatnya pertemanan saya tetap jadi orang asing. Masa ya kamu percaya sama orang asing tapi ndak percaya sama suami sendiri.

Setiap kasus seperti ini, saya selalu menolak. Mau dikata ndak bantu temen, sombong, congkak, apalah semua itu saya tetap teguh pada pendirian. SAYA BUKAN DETEKTIF.

Jadi gini pasangan muda, jika kalian tidak percaya dengan pasangan caranya sederhana, ceraikan saja. Jika tidak mau, cobalah untuk percaya saja. Di dalam sebuah hubungan, pondasinya adalah sebuah kepercayaan dan komunikasi. Namun bagaimana jika dipercaya tapi pasangan kalian tetap mengkhianati kepercayaan? Yasudah, CERAIKAN!

Gimana? Solusional bukan?
Read »

Kamis, 07 Januari 2016

Nostalgia di Simpang Tiga Tarakan

Rumah adalah tempat terbaik di mana selalu ada kehangatan yang ditawarkan. Ya, 2007 silam adalah waktu di mana saya harus meninggalkan rumah, mencari ilmu, mencari pengalaman, serta berbagai macam hal untuk dipelajari. Setelah lulus dari sekolah menengah, saya ke daratan dingin di Jawa yakni Malang.

Dari sebuah pulau kecil di Kalimantan Utara, Tarakan, saya memboyong semua keberanian untuk merantau ke Malang. Suasana baru, teman baru, dan semua hal yang baru saya temui di sini. Selama ini saya hanya pulang beberapa kali yang dapat dihitung dengan jari. Tanpa terasa sudah hampir delapan tahun berada di tanah ini.

Saya menulis dalam keadaan yang sangat amat merindukan pulau kecil tempat saya lahir. Tarakan dan semua kenangannya tidak bisa lepas dari ingatan. Apalagi setelah melihat postingan gambar yang dishare teman saya di Facebook.

Simpang Tiga, Tarakan tahun 1995 @ Facebook Maria Akuy

Gambar tersebut menunjukkan sebuah pusat kota yang dulunya adalah sebuah pasar di tahun 95an, namanya Simpang Tiga. Kalau di Semarang namanya Simpang Lima dan memang benar-benar memiliki lima simpangan. Uniknya, di Tarakan walaupun sekarang memiliki empat simpangan tetap saja daerah tersebut diberi nama Simpang Tiga.

Dari foto tersebut, saya tersedot dan seperti hadir di sana. Di mana di tempat tadi, saat saya baru duduk di kelas satu sekolah dasar, sering di ajak emak subuh-subuh untuk membeli segala bahan makanan di pasar Simpang Tiga. Kalian bisa lihat gambar tadi yang masih ada logo 50 tahun Indonesia merdeka yaitu tepat pada tahun 1995.

Gambar ini membawa kerinduan yang amat-amat dalam, saya bisa hapal tempat ini karena di bawah plang denah kota di sebelah kiri ada penjual cenil favorit si emak. Seorang tua bersuku jawa yang memproduksi cenil jadi langganan emak dalam beberapa tahun. Jika jadi favoritnya si emak, maka akan jadi favorit seisi keluarga juga. Jangankan cenil, acara TV yang disukai emak juga bakal jadi favorit seisi keluarga, mau membantah juga ndak bakalan bisa karena aturan emak yang harus dipatuhi. Jika membantah emak, pilihannya cuma dua, dikutuk jadi batu atau dicoret dari kartu keluarga. Jadi karena terbiasa, akhirnya jadi kebiasaan kemudian jadi kebiasaan yang favorit juga.

Di Simpang Tiga dulunya ada patung polisi berdiri seakan-akan sedang memperhatikan lalu lintas. Dulu bapak sering getokin kepala patung polisi itu, tapi ya gitu, cuma patung. Katanya bapak, diketok aja mumpung jadi patung. Akhirnya saya juga ikut-ikutan menyakiti patung tak berdosa tadi. Ahh..jadi kangen sama bapak.

Simpang Tiga, Tarakan @ Getborneo.com

Namun, Simpang Tiga sudah berubah, sekarang lebih modern dibandingkan gambar tadi. Pasar yang ada di pinggir jalan sudah jadi Mall, walaupun sekarang Mall ini tutup, ndak laku katanya. Namun, informasi terakhir yang saya dapat, di sekitaran Simpang Tiga banyak bangunan besar, di sana banyak berdiri hotel. Tentu saja ini jadi suatu prestasi, namun di sisi perkembangan pembangunan tidak kalah juga dengan orang keras kepala dan serakah yang terus berkembang di kota ini.

Tapi apapun itu, saat ini saya kangen sekali dengan Tarakan. Kota kelahiran yang terkenal dengan sumber minyak terbaik dan senja terindahnya.
Read »

Jumat, 25 Desember 2015

Gebetan jenis ini bikin pengen masuk pesantren

Ilustrasi wanita cantik berhijab @ Ngonoo.com


Selain gravitasi, wanita berhijab memang punya daya tarik sendiri, banyak toh yang mengakui? Senyum mereka lebih adem, kadang wanita dengan paras biasa setelah berhijab malah jadi terlihat cantik. Ada kan yang kayak gitu? Adalah pasti.

Nah, ngomong-ngomong soal hijab, saya pernah dekat dengan seorang wanita yang berhijab, sebut saja namanya Fatimah. Fatimah ini wanita keturunan Arab, saya bisa dekat waktu itu karena dikenalkan oleh seorang kawan. Melihat foto Fatimah di sebuah media sosial buat saya langsung sayang.

Fatimah itu punya senyuman yang indah khas wanita-wanita Arab yang dibalut dalam hijab yang gaul. Hidungnya, masyAllah mancung ngalah-ngalahin keran wudhu di masjid. Begitu saya lihat foto tadi, saya langsung pengen masuk pesantren dan langsung mendalami kitab Ta’limul Muta’alim.

Tapi apa daya, saya ini orang tidak religius-religius banget walaupun begitu saya beranikan diri untuk mendekati Fatimah, dengan tekad bulat dan keteguhan hati demi mendapatkan pacar. Saya beranikan diri menyapanya di media sosial. Fatimah orang yang ramah, saya minta ID aplikasi pesannya aja langsung dikasih. Dari situ saya langsung mikir, dialah yang akan jadi ibu untuk anak-anak ku.

Akhirnya saya dan Fatimah lanjut ngobrol di aplikasi pesan, saya pikir ini jadi kemajuan saat mendekati Fatimah. Pasalnya setelah bisa ngobrol nanti, saya akan ajak dia ketemuan, ajak pacaran, lalu kami bakal naik haji bareng. SubhanAllah...

Tapi realita selalu mengalahkan ekpektasi, saya yang awalnya menyapa dengan 'Hai' dimarahin sama Fatimah "Sebagai muslim kamu harusnya menyapa dengan Assalamualaikum dong," ujarnya.

Akhirnya saya balas pesannya "Assalamualaikum ya ahli kubur," kata saya. Dia mengirimkan emot tertawa, akhirnya kami mulai bercanda. Seharian kami habiskan bercanda di aplikasi pesan. Dalam obrolan tersebut saya bertanya padanya "Fatimah kamu tinggal di mana?" dia menjawab "Saya tinggal deket kampus bang, ngontrak sendiri".

Saya balas pesannya lagi "Lho, kok ngontrak sendiri?" Setelah agak lama Fatimah membalas "Iya bang, soalnya kemarin ngontrak sama temen gak cocok, soalnya mereka rada jorok," terangnya.

Saya balas pesannya dengan cepat "kan gak enak kalo ngontrak sendirian gitu?" sekitar beberapa detik saya mendapatkan balasan darinya "Walaupun aku sendiri, aku yakin ada Allah di sampingku," balasnya.

Agak lama saya membaca pesan tadi. Rada gak nyambung sih, tapi kalau sudah bawa-bawa Allah saya bingung juga mau balas apa. Saya terdiam, saya baca lagi pesan tersebut, saya berpikir sambil mengerutkan dahi, saya baca lagi, saya baca lagi. Ini Fatimah apa Mamah Dedeh? saya juga bingung. Akhirnya balasan saya cuma "Aamiin."

Memasuki hari kedua usaha mendekati Fatimah, saya ingin cepat bertemu dan buat janji dengannya. Bodo amat kalau dibilang terlalu cepat, akhirnya saya bilang "Eh kita kopdar yuk, ngopi-ngopi cantik gitu," tanpa diduga dia balas pesan saya "Kapan?" Pucuk dicinta ulam pun tiba, saya langsung balas pesannya "Yaudah, entar malam aja gimana?" dia balas dengan cepat " Besok sore aja bang, jangan hari ini."

Setelah itu saya setujui, namun sayangnya jawaban 'oke' saya dibalas dengan syarat sebelum bertemu saya harus puasa terlebih dahulu karena janjian kopdar tadi tepat di hari Kamis (dalam Islam ada puasa sunnah untuk hari Senin dan Kamis) Fatimah menjelaskan jika ia juga akan puasa bahkan akan bangunkan saya sahur. Nantinya, saat bertemu ia merencanakan buka puasa bareng sambil kopdar. SubhanAllah...

Syarat tadi membuat saya terpukul, saya merasa tidak suci, saya tidak pantas ada di dekatnya sekaligus dibuat ngeri. Realitas memang kejam, saya pun pulang naik onta melawati gurun gersang diiringi lagu Dreming with Broken Heart milik John Mayer.

Ribet banget sih, njing!
Read »

Rabu, 09 Desember 2015

Path dan perubahannya

Media Sosial Path @ Recode.net

Setidaknya media sosial ini menjadi pelarian saya jika ingin bermain media sosial dengan tingkat privasi yang tinggi. Berbeda dengan media sosial yang lain, teman-teman Path saya memang saya seleksi dengan teman yang benar-benar dekat dengan saya. Gampangnya, saya memiliki teman di Path yang memang aktif di lingkaran pertemanan dunia nyata, inilah yang membedakan dari penggunaan media sosial lain buat saya.

Namun selama dua tahun saya memiliki akun di media sosial yang diakuisisi Bakrie ini, saya merasakan banyak perubahan seiring dengan berjalannya waktu. Saya yakin jika beberapa perubahan ini juga dirasakan oleh kalian.

Awalnya saya tidak mengendus perubahan ini, pasalnya Path memang asik untuk dimainkan karena saya bisa memaki di sana, saya bisa posting hal-hal bodoh, pokoknya asiklah kayak di gresik - Gresik apanya yang asik ya? - waktu itu zamannya saya masih kuliah. Teman-teman Path saya juga asik pasalnya semua masih kuliah, walaupun memang saya yang paling lambat lulusnya. Dengan begitu, lelucon yang paling banyak beredar adalah masalah skripsi. Pokoknya asiklah.

Sampai akhirnya, semua teman Path saya sedikit demi sedikit menyelesaikan studinya, tiap bulan ada saja yang upload tanda tangan ACC dari dosen pembimbing, ada yang upload foto wisuda, ada yang check in di tempat wisuda, sampai-sampai ada yang upload foto pakai toga dengan hastag OOTD (Outfit of the Day). Mana ada OOTD pakai toga, terlalu mengada-ngada, terakhir saya pakai toga pas wisuda TK Al Qur'an ndak begitu tuh..

Ya, seperti perkiraan, saya memang lulus paling uncit. Jadi selama proses saya fokus kuliah dan mengerjakan skripsi, tiap saya posting di Path selalu ada komentar 'Skripsi Apa Kabar?', 'Kapan Lulus?' dan sebagainya seraya mengejek. Padahal postingan itu ndak ada kena-mengenanya dengan skripsi ataupun tanggal wisuda. Melihat komentar ini, saya cuma bisa menghela nafas panjang saja sambil mengirimkan sejumlah santet.

Setelah disiksa dengan pertanyaan tersebut selama berbulan-bulan, akhirnya saya lulus. Iya saya lulus dengan memuaskan, maksudnya dengan pengalaman kuliah yang lama dan PUAS. Tentu saja hal ini akan saya bagikan di media sosial Path - kalian tahulah Path juga bisa jadi ajang pamer kan? - namun sayangnya jarang yang mengucapkan selamat yang ada malah komentar 'Ya ampunn akhirnya lulus' dan berbagai macam komentar berkalimat beda namun tetap memiliki makna yang sama.

Pada akhirnya, semua yang lulus akan bekerja. Ya, fase ini adalah fase di mana semua orang akan mengeluh soal pekerjaannya, saya santai saja.  Sebelumnya saya memang sudah bekerja sambil kuliah, fase ini sih ndak terlalu ngefek buat saya.

Sekarang, munculah fase kawin, fase di mana teman-teman saya yang sudah bekerja dan mengeluh soal kerjaan tiap senin mengakhiri masa lajang mereka. Saat ini, hingga detik ini, timeline Path saya di penuhi dengan foto pre-wedding dengan kata-kata gombal 'Kamu yang terakhir, kamu yang akan mengisi hidupku bla bla bla'.

Saya memang belum ada rencana ke sana, tapi anehnya teman path saya yang sudah menikah selalu menanyakan "Kapan Nikah?" di tiap postingan Path yang tidak ada kena-mengena dengan masalah pernikahan. Mereka seperti trol internet dan harus dimusnahkan. Anehnya lagi, temen saya yang jomblo dan jodohnya masih berupa embrio juga menanyakan hal yang sama 'KAPAN NIKAH?'. Laaah situ gimana?


Belum lama ini, timeline Path saya malah berubah jadi kayak penitipan anak. Ya ampuun tiap minggu pagi atau weekend temen-temen Path saya bawaanya malah upload foto anaknya. Saya sering komentar soal lucunya anak mereka, namun alih-alih dapat ucapan terima kasih malah dibalas dengan komentar 'KAPAN NIKAH?'. Mau saya posting foto saya lagi salto, tumpuk-tumpukan, kepala saya jebol, komennya tetap sama, "KAPAN NIKAH?".

Akhirnya sekarang saya jadi jarang buka Path, teman-teman saya sudah dewasa dengan tanggung jawabnya dan ada beberapa tidak bertanggung jawab dengan pernikahannya karena kebelet menikah dan persiapan yang cukup. Hal inilah yang menjadi alasan saya untuk tidak cepat-cepat menikah - alasan aja sih. hehehehe.
Read »

Selasa, 06 Oktober 2015

Teman-temanku, selamat menikah!


Menyerupai saudara, lebih dari saudara mungkin. Semenjak SMA dulu dan sampai sekarang mungkin tidak tergambarkan beberapa kondisi seperti ini. Dimulai dari Randi, teman saya yang pendek, item, dekil, yang selalu menjadi korban bully dikelompok kecil ini mengabarkan jika ia akan menikah. Ia menikah dengan cinta sejatinya yang ia pacari sejak SMP beberapa tahun yang lalu. Tepat usianya yang ke 25, ia mengambil keputusan hidup dan mati yakni menikahi dan bertanggung jawab lebih pada manusia dari darah berbeda untuk dinafkahinya. Ya, sebuah keputusan matang dan dewasa untuk seonggok daging yang bernama Randi.

Kemarin, di grup chat, saya menanyakan "Ran, gimana rasanya menikah?" ia menjawab santai "anget li." Dari jawaban ini saya sedikit berpikir, Saya juga berpikir apa bedanya nikah sama gorengan? Tapi, setidaknya Randi saat ini menjadi dewasa karena telah mengambil keputusan penting dalam hidupnya, selamat Ran!

Sebulan setelah Randi menikah dengan rasa 'anget' itu, saya dapat broadcast di BBM yang mengabarkan jika Prima A.K.A Senot akan menikah bulan ini. Iya, Senot, teman saya dengan pola pikir aneh yang pernah meledakkan mercon di dalam celananya ini tiba-tiba akan menikah. Saya jelas kaget, saya anggap itu adalah sebuah lelucon dari teman-teman dalam kelompok kecil yang terdiri dari beberapa manusia dengan otak yang agak miring. Mana saya percaya?

Namun, setelah menelusuri informasi ini, saya yakin Senot beneran akan menikah. Pasrah saja, semoga nanti setelah menikah dia tidak meledakkan mercon di dalam celana istrinya. Bisa nganu nanti.

Saya salut dengan mereka berdua, menikah adalah pilihan yang dewasa. Semoga setelah menikah, mereka bisa menjadi dewasa bersama istrinya, dan tetap bisa menggila bersama saya, nanti. Semoga..

Setelah ada kabar menikah dari dua orang sahabat saya, saya malah kasian dengan teman saya yang namanya Dista. Dista adalah orang yang paling sering disakiti oleh wanita, dari SMA memang seperti itu. Padahal, jika dilihat-lihat Dista ini tidak jelek-jelek amat, walaupun dianggap bisa menaklukkan wanita, namun hatinya rapuh seperti krupuk ditenggelamkan dalam lautan. Hal inilah yang diduga menyebabkan dia masih sendiri dalam hidupnya.

Waktu itu ada yang suka sama dia, tapi sayangnya bukan manusia melainkan pohon pisang di belakang rumah. Namun yang paling perih, orang tua si pohon pisang itu tidak setuju dengan keputusan si anak dan menjodohkan si anak dengan pohon mangga tetangga, Ya, menyedihkan memang.

Lain halnya dengan Farid, saya yakin setelah Senot menikah ia akan menikah juga. Farid orang yang paling ngotot, apa yang dianggapnya benar sudah pasti benar dalam versinya. Dulu pernah ia menyanyikan sebuah lagu, waktu bernyanyi dia salah lirik, eh saat dikritik katanya dia sudah benar yang salah malah kasetnya.

Nah, dari Farid inilah sebuah mitos lahir yang berkaitan dengan Dista. Farid pernah berkata jika jodoh dista masih berupa embrio, untung mitos yang keluar dari bibir Farid tidak menyebutkan jodoh Dista masih berupa sperma, kan nunggunya lama...

Ya, dari SMA saya belum pernah terpikir sahabat-sahabat saya akan menikah. Ternyata, waktu telah menjadikan kami orang-orang dewasa. Mungkin tidak banyak waktu yang tersisa untuk kami bisa bersama, namun setidaknya Tuhan berikan sahabat-sahabat yang luar biasa.. Terima kasih Tuhan..

Selamat menikah kawan-kawanku..

*Tulisan ini dibuat dengan pasrah meratapi keadaan setelah merayu dua orang sahabat untuk menggagalkan pernikahannya

Sumber gambar: martinigirlsakeworld.wordpress.com
Read »

Jumat, 18 September 2015

Hidup kembali

Setelah kurang lebih tiga tahun tidak memberdayakan blog ini, kemarin saya iseng untuk membuka lagi. Kurang lebih tiga tahun membuat saya lupa blog menggunakan email yang mana, hingga akhirnya saya mencoba salah satu email dan tarraa.. blog ini kembali terbuka.

Tidak penting sebenarnya saya ceritakan kisah di atas, namun setidaknya ini adalah postingan pertama saya selama tiga tahun setelah meninggalkan blog ini. Oh iya, selama tiga tahun terakhir ada yang berubah dari hidup saya. Pertama, postingan ini adalah postingan pertama yang saya bagikan setelah bergelar sarjana. Gampangnya, saat ini saya adalah seorang sarjana komunikasi yang bersahaja.
Sedangkan yang kedua, saya sudah 2 kali berganti pekerjaan namun tetap pada pekerjaan yang sama yakni seorang Editor. Pertama kalinya saya bekerja di sebuah portal remaja online yakni Polimoli.com, saya menyediakan berbagai artikel tentang relationship untuk para remaja. Artikel tersebut adalah artikel yang saya anggap omong kosong, pasalnya saya memberikan banyak sekali tips-tips pacaran, cari gebetan, bagaimana caranya pendekatan dan segala macamnya, namun saya sendiri terhitung gagal dalam percintaan. Kemudian, setelah Polimoli.com tutup yang saya kira gagal karena segmentasi pembaca yang 'gantung' dan 'mengambang', saya bekerja di sebuah media pemberitaan khusus teknologi yakni Techno.id. Disini, semua pekerjaan berita memiliki ritme, tim yang kokoh, dan segmentasi yang jelas. Jelas ini sebuah pengalaman baru buat saya.


Kemudian yang ketiga adalah, saya merasa bakat menulis meningkat setelah menjalani pekerjaan yang sampai saat ini saya jalani. Kalian bisa bandingkan tulisan yang saya posting tiga tahun yang lalu dengan postingan ini, saya menilai ada sebuah kemajuan dalam cara menulis saya. Walaupun saya merasa masih banyak kurangnya.


Kemudian, selama tiga tahun saya sudah berganti 3 orang pacar. Pertama, percintaan saya kandas setelah 4,5 tahun dijalani. Setelah itu yang kedua terlepas dalam 2,5 bulan dengan alasan "aku lagi gak pengen pacaran" yang kemudian dalam waktu kurang dari sebulan doi  sudah pacaran lagi. Kini, saya pacaran dengan seorang gadis cantik nan rewel, namun telah menjalani hampir 1,5 tahun ini


Banyak hal yang terjadi dalam 3 tahun ini saya lewatkan untuk saya tulis kembali. Namun, hari ini saya tidak akan melewatkan semuanya. Saya akan tulis,akan saya ceritakan, dan akan saya bagikan untuk semua pembaca maupun kalian yang tidak suka membaca. Anggap saja saya sedang mencatat semua sejarah saya di sini. Saya menulis karena saya bukanlah keturunan raja dan bangsawan apalagi anak seorang ulama besar, seperti yang dikatakan seorang Ulama Besar Imam Al- Ghazali, "Kalau kau bukan anak raja, dan kau bukan anak seorang ulama besar, maka menulislah."


Taraa.. Selamat menungg postingan selanjutnya. Bye.





Read »

Senin, 09 Juli 2012

Tribute to Hommer

kemarin saya sempet buka- buka Facebook (FB) .kadang saya buka FB walaupun jejaring sosial Twitter saat ini lagi booming, saya orangnya memang ga mudah buat move on, sekali-sekali pasti stalking si FB, FB itu kadang ngangenin jadi harus di sambangin, sama kayak nasibnya selingkuhan kalo lagi kangen dan bosen ama pacar baru ngebet pengen ketemu.. kasian. kasian bgt emang kalo jadi selingkuhan...(berasa curhat yah)

oke kita tinggalin selingkuhan sejenak karna saya ga mau bahas tentang selingkuh dan menyelingkuhi, karna itu rasanya sakit men.. sakiiiiittt (tambah curhat --___--)

kemarin log in di facebook di dalemnya saya kayak membaca pertanda, pas masuk ke home FB di sana lagi banyak yg upload foto monyong-monyong. entah kenapa? apakah hari itu adalah foto monyong sedunia atau ada kontes foto monyong untuk bintang iklan sosis, entahlah . saya merhatiin dengan seksama,saya terawang, saya raba monitor komputer saya, dan kemudian saya kesetrum. ADA APA INI???

setelah itu saya coba merenung di bawah dispenser,nyoba make shower waktu itu, tapi air di rumah lagi mati. PDAM kurang mengerti perasaaan saya waktu itu..
akhirnya pas air segalon abis, saya baru mikir udah beberapa minggu ini saya ga nonton kartun "the simpsons". IYA SEKARANG SAYA NGERTI !!!!!

itulah pertanda yg saya pecahkan, ternyata teman-teman FB sangat peduli sama saya walaupun tidak terlalu kenal, mereka peduli hingga mengingatkan saya dengan HOMMER melalui sandi-sandi foto monyong mereka, akhirnya saya berasa jadi "robert langdon" di buku "davinci code". kode itu terpecahkan. saya tetapkan hari itu adalah hari "TRIBUTE TO HOMMER"



TERIMAKASIH TEMAN-TEMAN SUDAH MENGINGATKAN KEPADA HOMMER...
dan akhirnya saya ingat dan terjadwal untuk nonton serial kartun the simpson lagi...


salam ganteng dari biji yg terdalam..... :D
Read »

Rabu, 04 Juli 2012

Kumisku dan Ranjang TEDDY BEAR

yah, akhirnya saya pindah kos juga..
pindah kerumah kakak cewek saya, selama 4 tahun ngekos dan punya hak cuman di petak tempat saya biasa tidur dan biasa disebut kamar... (mau nyebut "kamar" aja ribetnya minta ampun) sekarang keadaannya berubah, bisa masak karna punya dapur, punya taman, punya ruang keluarga, dan punya kakak cewek yg lagi hamil dengan sederet kecerewetannya.....

kamar yg selama 4 tahun ini harus kutinggalkan
nah ceritanya dimulai dari sini, karna rumah baru jadi, semua perabotan juga baru, selama ngekos semua perabotan kamar saya yg pilih sendiri, berbeda saat udah pindah kerumah ini semua design kakak cewek saya yg ngurusin. jadi saya terima beres...
setelah pindah saya dapet kamar dilantai 2, tapi yg jadi perhatian saya adalah...

ranjangnya unyu banget

nah, itu yg jadi masalahnya. masih kurang terlihat motifnya ????

motif TEDDY BEAR !!!


TEDDY BEAR????? APAAAAAAAA??????? *caps lock rusak*

sebagai pria berkumis saya langsung menjadi gagal, apa kata persatuan orang-orang berkumis di dunia. apa kata MEREKA NANTINYA...?????


INI PENGANIAYAAN MENTAL, INI PENGHINAAN !!!


entah apa yg dipikirkan oleh kakak cewek saya,apa kumis ini kurang terlihat haruskah saya berkumis seperti ini :


..entahlah... biarkan saya merenungi ini sendiri di bawah dispenser.....

salam ganteng selalu... :D
Read »

Selasa, 03 Juli 2012

teh celup khusus vampire !!

sekilas ini tidak mungkin, tapi semua kemungkinan bisa terjadi...
apapun bisa menjadi mungkin.

biasanya kita hanya mengenal teh celup untuk manusia.
malam kemarin saya lagi nonton film vampire, mereka memangsa manusia, dan meminum darahnya. ihh serem...

nah dari situ saya kepikiran bagaimana caranya supaya vampire ini bisa hidup berdampingan dengan manusia, dan atas nama cinta saya persembahkan ide saya untuk perdamaian vampire dan manusia

TEH CELUP UNTUK VAMPIRE !!!!






naaahhhhh.... ini adalah ide cemerlang dari saya !!! sepele, tapi ini bisa membuat dunia manusia dan dunia vampire akur tanpa dendam dan menciptakan perdamaian.


 selamat mencoba yah para vampire, salam ganteng dari saya !!



NB : gunakan pembalut yang sudah terpakai, dan postingan ini cuman candaan jangan terlalu serius menaggapi, klo mau serius sana ikut pertandingan catur :D





Read »

Rabu, 27 Juni 2012

FOTO JOROK

cerita ini mengerikan kalau saat ini kalian belum bisa mendapatkan toga !!!


ini terjadi pada hari sabtu siang tanggal 28 april 2012, mungkin hari yang mengenaskan bagi saya...
dimana semua orang2 pagi buta udah berpenampilan formal padahal ini hari sabtu. yang cowok pake jas, yang cewek pake kebaya muka berseri-seri, bahagia, sejahtera, apalah namanya intinya seneng sih..
saya datang dengan lunglai setengah ngesot ke gedung tempat acara berlangung. saya waktu itu juga berpakaian rapi pake kemeja, dasi warna item, pokoknya rapi banget kayak anak muda ganteng dengan segudang uang dan pacar...

awalnya saya ditanya dosen saya "firly kamu mau jadi protokoler di acara wisuda?", nih dosen killer, klo saya iyakan itung2 bisa ngambil hatinya biar seumur hidup ga ketemu dosen ini lagi biar aman dan lulus dengan nilai maksimal... minimal juga ga masalah sih.. yg penting lulus gitu.
akhirnya saya jawab "iya bu, saya bersedia". "oke nanti saya kabarin lagi yah" berkata dengan  muka ramah dan halus padahal dirinya adalah separuh monsters !!!!



setelah itu saya bertapa selama 9 bulan ibu mengandung dan melahirkan kita ke dunia



saya baru sadar !!! ini acara WISUDA.. ini acara WISUDA !!! INI ACARA WISUDA !!!!!

dan yang paling parah adalah YANG DIWISUDA ITU ANGKATANKU. *ambil wudhu* *adzan di mesjid* *keselip lagu gugur bunga* *nangis*...

akhirnya acarapun berlangsung saya jadi protokoler dan teman2 seangkatan berbaris memakai toga untuk dinobatkan sebagai sarjana.. mereka melihat seperti saya ini adalah seorang yang lucu tiap lewat depan meja protokoler  tertawa melihat ke arah saya. sungguh hina saya hari itu... :(

inilah foto jorok yang saya maksud :


sementara saya masih jadi mahasiswa temen seangkatan saya sudah jadi sarjana..ah apa dayaaaaaa.....

#NP  Rumor - Butiran debu

Read »

Kamis, 21 Juni 2012

proses menjadi pria yang dewasa

halo..

postingan keren ini saya persembahkan buat kalian yang keren, tapi tetep saya yang paling keren... :D
kali ini saya pengen cerita-cerita tentang kedewasaan seorang lelaki atau bagaimana proses menjadi laki-laki yang dewasa,karna saya sudah menjadi pribadi dewasa yg berkharisma ganteng dan mempesona jadi saya akan berbagi pengalaman dengan kalian,karna berbagi adalah hal yang baik, bagaimana??? setuju??? oke sini bagi sini pacar kalian !!!!


kalo bahasa formalnya dewasa itu adalah ..... <<< titik-titiknya isi sendiri aja yah, cari di wikipedia jangan cari di forum-forum dewasa. ga dapet definisi dewasa malah nanti "kebelet dewasa" :)

proses dewasa itu sebenernya banyak banget. tapi dipostingan ini saya ngasih dikit aja karna saya dewasa (ga ada hubungannya juga sih --___--)

inilah yang menjadi penilaian saya untuk proses menjadi lelaki dewasa !!!!!! jeng..jeng..jeng...


 1 . khitan/sunat
NB : cewek ga masuk kategori ini

kalian belum dikatakan dewasa kalo belum di khitan. kalo cowok ada yang nanya khitan itu apa? coba cek lagi bagian bawahnya masih pake helm apa ga? jawab sendiri yah. kenapa saya katakan dewasa?? dulu pas saya mau di khitan bapak saya pernah berkata "nak, kamu akan menjadi dewasa setelah di khitan" seketika kumis sayapun tumbuh saat itu dan waktu itu saya masih berumur 10 tahun.

2. ketertarikan pada lawan jenis 

ciyee..ciyee...
selesai kalian melalui proses khitan di atas kalian akan tertarik untuk memikat lawan jenis,maksud saya lawan jenis itu perempuan lho yah bukan jenis insecta atau primata. ingat lawan jenis laki-laki itu perempuan !!!!
nah ada beberapa malah tertarik sama lawan jenis,klo ini saya ga mau komentarin...

3. Menjadi anak alay
entahlah..semoga tuhan melindungi diri anak ini
menjadi anak alay pada usia  menuju dewasa. dalam skema manusia indonesia adalah hal yang wajar,kenapa? yah saya juga ga tau yah...
tapi menurut pendapat saya alay disebabkan karena jati diri yang masih dalam pencarian. entah apa yang mereka cari. saya juga ga tau yah...
orang dewasa indonesia itu pasti pernah jadi alay,cuman kalo jaman dulu peran media sosial sangat kecil, beda ama sekarang.. media social kadang menjadi media yang melahirkan generasi alay yang baru...


jangan dibaca saat mata sedang normal

 4. nonton bokep
ekspresi yang lugu
kalo proses ini, tidak harus menunggu di khitan atau menjadi anak alay dulu karna sifatnya fleksibel gitu.. tapi harus melewati proses ketertarikan dengan lawan jenis... nah film ini bisa bikin laki-laki menjadi dewasa,atau menjadikan seorang laki-laki kebelet dewasa...film yang beginian biasanya disebut film dewasa, karena yang menonton pasti dewasa !!! :D . coba tanyain temen-temen kalian udah pernah nonton film bokep belum, kalo udah berarti mereka udah melewati salah satu proses kedewasaan dan proses ini adalah salah satu proses yang menyenangkan. bukan begitu teman-teman !!! hidup cabul !!!!


NB
: oke,kalo kalian sudah melewati beberapa proses di atas mulailah dengan bersikap dewasa yang sebenarnya kawan.

dimana pria sejati selalu berpikir sebelum bertindak, dimana pria sejati selalu bertanggung jawab, dimana pria sejati selalu bersemangat dalam hidup,dimana tidak ada kata menyerah dalam hidupnya, dimana pria sejati selalu mencintai ibunya,dimana pria sejati selalu menghargai wanita, dimana pria sejati selalu bersikap bijak dalam menghadapi cobaan hidupnya...
masih banyak definisi dewasa yang bisa kalian terapkan untuk menjadi pribadi yang dewasa..

“Setiap orang pasti akan tua. Tapi dewasa, tidak semuanya mampu ke sana.”


salam ganteng dari saya !!! :D


sumber gambar :
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh0GYL42_IUZbhyphenhyphen01gygeWpnlGMvBGBAxHdM2NLbh4vKdOyb0GGbDdhBFVCEHmNiDiGqUGC5DtrVwajdq6YxCVXywOw2IKxAqG0FI_pAcl1loAvgh3pUQUUP6bUAZkcMDFSXGctVspOre_2/s400/Sunat+sensor+_02.jpg
http://www.tumbuh-kembang.com/media/photos/articles/article183.jpg
http://togaptartius.com/wp-content/uploads/2011/12/alay1.jpghttp://i161.photobucket.com/albums/t202/inesu_hitsugaya/facebookalay.jpg
http://jembelisme.com/wp-content/uploads/2011/11/anak-nonton-film-porno.jpg









Read »

Copyright © Lingkar Cerita

Designed by