Latest Releases

Senin, 10 Oktober 2016

Kita adalah pasar bule

Sumber gambar: Detik.com


Sadar atau tidak sadar kita semua adalah pasar dari bule Amerika dan Eropa. Bangsa besar ini memang memiliki jutaan penduduk yang memegang peranan penting di internet sebagai netizen sejati.

Bahkan, trending topik dunia banyak disumbangkan dari negara rempah-rempah nan kaya yang aku cintai dan aku yakin juga kalian cintai. Karena ini, kita jadi pasar empuk untuk bule.

Lho kok bisa? Ayo kita ambil beberapa kasus saja. Pertama, masih ingat bule Brasil yang terlihat sangat mencintai Indonesia. Namanya Felipe Valdes, dia terkenal di Indonesia karena menunjukkan kesukaannya pada negara ini. Akhirnya hampir keseluruhan konten yang ia bagikan di Internet berbau Indonesia.


Alhasil, banyak netizen yang mebagikan kontennya hingga si Valdes menjadi buah bibir dan terkenal di negara ini. Catat. TERKENAL. Pertama kali, aku tau Valdes ini saat sering mampir ke forum Kaskus sekitar tahun 2010-2011. Bisa kalian tebak, netizen Indonesia bangga dengannya.



Tidak hanya satu, banyak bule-bule mulai membuat konten yang berbau Indonesia. Aku kasih contoh lagi ya? Band Arkarna, Band asal Inggris yang ndak terkenal-terkenal amat, saat pemilihan presiden beberapa waktu lalu secara mengejutkan mendukung salah satu calon Presiden yakni Jokowi. Bahkan Band ini berani datang ke Indonesia untuk manggung dalam perhelatan pesta demokrasi dan turut serta kampanye Jokowi yag ajaibnya tidak memungut bayaran sedikit pun. Ya waktu itu, pendukung Jokowi dipetakan memiliki massa yang besar. Akhirnya secara otomatis, mau tidak mau orang-orang yang mendukung Jokowi akan menjadi penggemar baru band ini karena kesamaan pilihan. Hmmm..

Setelah Jokowi terpilih menjadi orang nomor satu di Indonesia, band ini kembali merekam ulang atau mengcover lagu musisi legenda Indonesia Gombloh yang berjudul kebyar-kebyar bertepatan dengan hari kemerdekaan Indonesia dengan bahasa Indonesia yang jelek. Arransementnya sangat biasa, namun karena dia Bule dan berlabel internasional sepertinya orang-orang Indonesia memakluminya. Ujung-ujungnya, mereka 'jualan' di Indonesia di bawah naungan label Warner Music Indonesia. Hmmm..


Kemudian contoh lainnya adalah yang baru-baru ini viral di media sosial, Audun Kvitland, seorang seniman asal Norwegia mengunggah lagu yang berjudul nasi padang. Segala puja-puji ia tuturkan untuk Indonesia khususnya nasi padang. Sontak netizen Indonesia terkejut dan bangga dengan pria bule tadi. Lagu ini langsung terkenal, hampir semua media online memberitakannya. Lihat apa yang terjadi, Kvitland menjadi terkenal di negara ini. Catat sekali lagi. TERKENAL. Padahal ya lagunya ndak terlalu istimewa, Kvitland cuma seorang bule yang menyebutkan 'nasi padang' di reff lagunya. Udah. Gitu aja. Ndak istimewa. Sama sekali.



Apa tujuan bule-bule ini mengunggah konten di internet yang berbau Indonesia? Jawabannya sederhana, negara ini adalah pasar bagi mereka. Jika ngomogin soal pasar sudah pasti berbicara keuntungan. Dalam 4 hari, video ini sudah ditonton sebanyak 719 ribu. Hasil yang lumayan untuk sebuah channel baru di Youtube.

Si Kvitland dari Norwegia baru mengunggah satu video saja di channelnya, ini artinya dia sedang membangun channel tersebut dan Indonesia adalah pasarannya. Kenapa Youtube? melihat perkembangan video blogging di Youtube saat ini, si Kvitland tergiur dengan keuntungan yang ditawarkan Youtube.

Jadi, bule-bule yang sudah matian-matian untuk terkenal di negara sendiri namun gagal, kalian bisa targetkan pengguna internet di Indonesia pasalnya pengguna internet di sini bangga jika wajah-wajah seperti kalian mengunggah hal-hal yang berbau budaya lokal atau nasionalis. Bahkan kalian bisa jadi kebanggaan bangsa ini, rumusnya seperti di bawah ini.


Wajah Bule + Konten berbau budaya Indonesia = Terkenal/untung

Atau

Wajah Bule + Konten Nasionalis = Terkenal/untung



Pertanyaan terbesarnya, mengapa kebanyakan dari kita baru bangga setelah para bule mengakui kebudayaan Indonesia? Padahal kan... Ah sudahlah, kalian memang para mental inlander!
Read »

Sabtu, 08 Oktober 2016

Pulang


Merasakan suasana rumah dan kehangatan keluarga adalah surga yang ada di dunia. Tidak perlu pemandangan yang bagus, indah, dan hijau untuk merasakan bahagia, cukup senyuman orang tua menyambut kepulanganmu.

Ya, akhirnya aku ada di tanah kelahiranku, sebelum merantau ke tanah Jawa 2007 silam. Setelah bergulat dengan berbagai macam ilmu di tanah Jawa selama hampir 9 tahun, aku kembali lagi ke kota ini, Kota Tarakan. Banyak yang sudah berubah dari kota ini, salah satunya banyak cafe yang berdiri di sini.

Pertama kali menginjakkan kaki kota ini, sambutan pertama mengucapkan 'selamat datang' adalah tidak stabilnya jaringan internet di smartphoneku. Pikirku ya mungkin karena perpindahan tempat saja, jaringan smartphone juga butuh adaptasi kayak orang pacaran gitu.

Karena lama, akhirnya aku restart smartphoneku dengan harapan agar refresh dan jaringannya semakin lancar. Namun sayang, setelah aku menyalakan ulang smartphone malah sebaliknya, sama sekali tidak menangkap jaringan 3G apalagi 4G. Hmmm, kalau 4G memang belum support di smartphoneku.

Ya pikirku memang kebetulan saja saat baru datang memang lagi gangguan, toh tiap kota besar dan kecil di Indonesia ada saja yang mengalami gangguan jaringan, sudah biasa memang. Masalahnya muncul setelah beberapa hari berada di sini. Jaringan selalu mengalami gangguan, catat, SELALU. Kadang bisa sampai berjam-jam dan hebatnya orang-orang di rumahku sudah terbiasa dan jarang mengeluh. Hebat.

Orang rumah selalu mengatakan jika itu sudah biasa terjadi di sini. Jadi mereka sudah santai menghadapinya. Oke, Jika sudah terbiasa, berarti betapa seringnya gangguan jaringan di sini.

Karena masalah jaringan ini, aku berpikir jika memasang Wi-Fi mungkin masalahku ini teratasi. Akhirnya bergegas aku menelepon perusahaan telekomunikasi negara untuk menjadi pelanggannya. Setelah terpasang, aku berharap ini adalah solusi.

Namun sayangnya, sama saja. Kata temanku, memasang Wi-Fi di sini tidak akan menjadi solusi karena jaringan Wi-Fi akan jadi puing-puing masalah baru, dan itu benar. Saat aku menuliskan artikel ini, jaringan Wi-Fi juga mengalami gangguan. Inginku berteriak di hutan, berjalan ke pantai lalu menenggak minuman keras untuk melupakan masalah ini.

Masalah kota ini bukan hanya itu, yang paling krusial adalah listrik. Di kota ini, listrik padam dan menyala seperti minum obat. Bisa tiga kali sehari. Kadang, listrik padam dan menyala bisa lima kali dalam kurun waktu tiga jam. Aku curiga petugas perusahaan listrik negara ini sedang memainkan switch atau saklar seperti anak kecil agar satu kota kelap-kelip. Hal ini biasa aku lakukan waktu kecil dulu, kalian juga pernah kan?

Entah ada masalah apa, tapi ini sangat merugikan. Masyarakat mengeluhkan jika banyak alat elektronik mereka rusak dan sekali lagi emakku ngomong "ya, sabar-sabar kalau mau hidup di sini." Ini berarti masyarakat sudah terbiasa. Sebagai informasi saja, tarif dasar listrik di kota Tarakan no 2 termahal di Indonesia. Ini fakta.

Masalah di atas hanya segelintir saja, masih banyak masalah lain kok. Banyak banget. Kalian nanya apa peran Pemerintah di sini? Aku juga gak ngerti. Kalau Pemerintah bekerja dengan baik infrastruktur, sistem, serta pelayanan publik sudah pasti bagus kok.

Nah, part ini yang aku suka:

Dear Pak Jokowi,

Disebutkan dalam sila ke lima, keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia. Namun adilkah bagi masyarakat di Kota Tarakan menghadapi masalah ini tanpa ada solusi dari pemerintah setempat, pak? Saat ini masyarakat Tarakan sudah terbiasa tidak menerima keadilan, dan itu tidak adil menurut saya.

Kalau beruntung, saat bapak membaca tulisan ini walaupun kemungkinannya kecil, menginaplah di rumah warga pak, maaf tidak seperti di pulau Jawa yang listriknya menyala 24 jam dengan kestabilan jaringan internet. Nantinya, jika bapak mengeluhkan hal ini jawaban yang pasti bapak dapatkan adalah "Ya beginilah kota Tarakan, sabar-sabar kalau mau tinggal di sini." KEADILAN BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA.

*Tulisan ini sengaja dibuat dengan keluhan.






Sumber gambar: Pinterest.com
Read »

Minggu, 17 Juli 2016

3 kejadian tak terduga akibat bermain Pokemon Go


Pokemon Go, Games besutan John Hanke dan timnya di Niantic berhasil mencuri perhatian netizen di seluruh dunia. Tidak tanggung-tanggung, setelah rilisnya, games augmented reality ini berhasil mencatatkan 10 juta download dalam sepekan.

Walaupun membawa kesuksesan yang besar dan membawa kesenangan untuk para gamers, games yang menjadi buah bibir ini tetap saja membawa dampak negatif. Pasalnya banyak kejadian tak terduga yang dialami gamers saat memainkan games tersebut. Berikut 3 kejadiannya.

1. Jatuh dari Tebing

Dilansir oleh Techworm.net (15/07/16), sebuah kecelakaan menimpa dua remaja berusia 20-an. Saking asiknya mencari dan menangkap Pokemon dua anak malang ini harus jatuh ke tebing di North San Diego County.

Dalam keterangan Polisi, kedua anak tersebut memanjat pagar pembatas tebing untuk menangkap Pokemon, alih-alih mendapatkan Pokemon kedua anak tersebut malah terjatuh dari tebing setinggi 80 kaki. Walaupun begitu, kedua remaja laki-laki ini tidak mengalami luka yang serius.


2. Menabrak pohon saat berkendara

Peringatan keras untuk para pengemudi, pasalnya karena games Pokemon Go seorang pengemudi di Auburn, New York mengalami kecelakaan karena bermain games ini sambil mengemudi.

Dalam keterangan resmi kepolisian, pengemudi berusia 28 tahun ini mengakui saat berkendara ia sedang asik bermain games tersebut di smartphonenya.

"Untungnya pengemudi tidak terluka serius tapi ini adalah contoh bagaimana kecelakaan bisa terjadi karena tidak fokus," tulis pihak Kepolisian dalam keterangan resminya, dikutip dari Techworm.net.

3. Menemukan mayat di sungai

Kejadian tidak terduga ini malah dialami oleh gadis berusia 19 tahun di Riverton, Wyoming. Alih-alih mencari seekor Pokemon gadis ini malah menemukan mayat korban pembunuhan di aliran sungai dekat rumahnya.

kejadian yang cukup mengejutkan ini langsung ia laporkan pada pihak yang berwajib. Menurut laporan kepolisian, mayat tersebut mengambang di sungai kurang lebih dari 24 jam. Kematian pria ini diduga adalah korban tenggelam dan tidak ditemukannya bukti adanya pembunuhan. Gadis yang menemukan mayat ini cukup terkejut sampai menangis saat mengalami kejadian yang mengerikan ini.


Nah, dari beberapa kejadian ini ada satu pesan yang bisa kita ambil yakni NGEGAMES SIH NGEGAMES TAPI JANGAN GOBLOK-GOBLOK AMAT YA!



Sumber gambar: Youtube.com
Read »

Jumat, 15 Juli 2016

Mau istri banyak? Gampang!



Gimana sudah ada yang berdebat soal setuju atau tidak setuju tentang poligami belum di kolom kementar? Oke, berdebatlah soal poligami, namun izinkan aku bercerita tentang bagaimana cara mendapatkan banyak istri dengan cara yang sangat mudah dan bisa langsung kalian
praktekkan.

Semenjak kecil, aku diajarkan tata cara makan dari hal-hal terkecil seperti menjaga sopan santun dengan menjaga sikap ketika makan, jangan mengecap, jangan kentut saat makan, dan jangan memasukkan makanan lewat lubang hidung. Semua hal tersebut diajarkan orang tuaku.

Bahkan, pernah sekali makan bersama orang tuaku di rumah tidak sengaja aku kentut, tau apa yang terjadi? Mereka mengusirku dari meja makan dan menyuruhku makan sendirian di dalam kegelapan, sambil nonton TV. Ya, aku disuruh makan di ruang keluarga yang saat itu lampunya belum diganti.

Saking pentingnya sopan santun saat makan, mereka mengajarkan semua hal tersebut dengan keras sampai saat ini. Walaupun semua hal yang diajarkan sangat berguna saat dewasa, ada satu larangan yang belum berani aku lakukan, yakni makan berpindah-pindah tempat. Contohnya suapan pertama kalian di dapur, suapan kedua di ruang tamu, suapan ketiga kalian di rumah pak RT, begitu terus sampai kalian keliling dunia.

Orang tuaku mengatakan jika ada orang saat makan suka berpindah-pindah tempat nantinya saat menikah istrinya bakal banyak. Ya, aturan atau mitos ini hanya berlaku untuk cowok saja. Sampai-sampai larangan ini aku amalkan hingga dewasa. Namun, semuanya berubah saat aku mengingatkan temanku, sebut saja namanya Sukri. Sukri ini memang jarang sih berpindah tempat, tapi kalo pas makan ada acara TV yang bagus maka ia tidak segan untuk membawa piringnya untuk pindah ke depan TV.

Setelah kuingatkan, dia malah makin semangat berpindah tempat saat makan, alasannya emang dari dulu dia memimpikan punya banyak istri. Terakhir aku hubungi sebulan yang lalu, ia ada di Singapore untuk suapan kedelapannya. Rencananya suapan kesembilan dan ke-10 ia sudah ada di Somalia dan Zimbabwe. Ya, kita tunggu saja hasilnya.

Kalian juga bisa praktekkan kalo mau. Mudah bukan? Btw, si Sukri sampai saat ini belum menikah malah jadi traveller.


Sumber gambar: Youtube.com
Read »

Kamis, 14 Juli 2016

2 solusi bermain Pokemon Go namun malas keluar rumah



Games Pokemon Go akhirnya rilis dan menjadi buah bibir pengguna internet di dunia. Tidak tanggung-tanggung, setelah rilis games besutan Nintendo ini memiliki 21 juta pengguna aktif setiap harinya. Bahkan digadang-gadang dapat mengalahkan jumlah pengguna Google Maps.

Permainan ini adalah jenis permainan yang sederhana, kalian cuma diminta untuk menangkap Seekor Pokemon yang ada di lingkungan kalian. Untuk menangkap Pokemon tersebut, jelas kalian harus keluar rumah dan mencari keberadaan hewan virtual yang menggemaskan ini.

Masalahnya, games ini diciptakan bukan untuk seorang yang pemalas. Namun tenang saja, untuk kalian yang malas keluar rumah sebuah perusahaan pengembang drone, TRNDSlabs, menciptakan sebuah drone yang bisa kalian gunakan dan dinamai Pokedrone.

Pokedrone adalah sebuah pesawat tak berawak yang memungkinkan kalian menangkap Pokemon tanpa harus keluar rumah. Caranya cukup mudah, sambungkan smartphone ke drone melalui WiFi sehingga aplikasi games ini akan menggunakan GPS drone tersebut bukan smartphone kalian.

Setelah itu, terbangkan drone tersebut dan tangkap semua Pokemon yang kalian lihat. Mudah bukan? Ya memang selalu ada solusi untuk pemalas.

Nah, jika kalian masih malas untuk membeli drone ini, masih ada solusi lainnya yaitu jangan pernah instal aplikasi games tersebut di smartphone dan tidurlah sampai kiamat.

Jelasnya bisa kalian lihat videonya di bawah ini.





Sumber gambar: Theverge.com
Read »

Copyright © Lingkar Cerita

Designed by