Selasa, 18 Oktober 2016

Butuh jatuh untuk merasakan kerendahan hati lagi

Posted By: Firly Kinnara - 1:24 PM
Sumber gambar: daysoftheyear.com

Kata orang hidup itu seperti roda, selalu berputar dan mengubah posisi peran manusia dari bawah ke atas, atas ke bawah atau di bawah terus susah ke atas karena roda yang namanya kehidupan harus parkir dengan waktu yang lama.Ya memang begitu hidup, kalo mau di atas terus jadilah satelit, satelit pun pernah berada di posisi bawah. Tidak ada yang mutlak selalu di atas.

Hal yang sering dialami oleh kebanyakan orang, jika berada di atas, kesombongan selalu saja menjadi tantangan. Karena di posisi ini kita melihat semua yang ada di bawah menjadi kecil akhirnya mengecilkan semua peran di bawahnya. Padahal sekecil apapun perannya, penting untuk keseimbangan kehidupan.

Karena itu, beruntung orang yang memiliki kerendahan hati, posisi inilah yang akan menempa kekuatan kerendahan hatinya. Ia akan berjuang mengalahkan kesombongan, karena ia tau posisi atas rentan jatuh dan ambruk sampai berkeping.

Kerendahan hati adalah pagarnya, jika posisimu di atas maka butuh pagar untuk membatasi batas mana yang tidak boleh dilewati agar tidak terjatuh. Bukan hanya itu, kerendahan hati juga bisa menjadi sebuah parasut yang menyelamatkanmu saat terjatuh, setidaknya jatuhmu ndak terlalu sakit.

Jadi, tetaplah rendah hati di manapun posisimu. Tetaplah memijak bumi walaupun sekarang posisimu mencapai langit. Karena jika kerendahan hati kau tinggalkan, maka butuh jatuh untuk kembali belajar kerendahan hati. Terjatuh dari atas hanya masalah waktu, tidak ada yang mutlak berada di atas kecuali kamu Tuhan.

About Firly Kinnara

Seorang yang mendengarkan semua jenis musik, penulis lagu, vokalis sebuah band, editor, dan seorang anak bungsu dari tujuh saudara. Punya pengalaman beberapa tahun sebagai editor di Polimoli.com dan editor berita teknologi di channel Techno.id milik Kapanlagi Network.

0 komentar:

Posting Komentar

Mari berkomentar dengan bijak dan sopan.

Hahaha.. Terserah sih mau komentar apa saja.

Copyright © Lingkar Cerita

Designed by