Sabtu, 08 Oktober 2016

Pulang

Posted By: Firly Kinnara - 1:30 PM

Merasakan suasana rumah dan kehangatan keluarga adalah surga yang ada di dunia. Tidak perlu pemandangan yang bagus, indah, dan hijau untuk merasakan bahagia, cukup senyuman orang tua menyambut kepulanganmu.

Ya, akhirnya aku ada di tanah kelahiranku, sebelum merantau ke tanah Jawa 2007 silam. Setelah bergulat dengan berbagai macam ilmu di tanah Jawa selama hampir 9 tahun, aku kembali lagi ke kota ini, Kota Tarakan. Banyak yang sudah berubah dari kota ini, salah satunya banyak cafe yang berdiri di sini.

Pertama kali menginjakkan kaki kota ini, sambutan pertama mengucapkan 'selamat datang' adalah tidak stabilnya jaringan internet di smartphoneku. Pikirku ya mungkin karena perpindahan tempat saja, jaringan smartphone juga butuh adaptasi kayak orang pacaran gitu.

Karena lama, akhirnya aku restart smartphoneku dengan harapan agar refresh dan jaringannya semakin lancar. Namun sayang, setelah aku menyalakan ulang smartphone malah sebaliknya, sama sekali tidak menangkap jaringan 3G apalagi 4G. Hmmm, kalau 4G memang belum support di smartphoneku.

Ya pikirku memang kebetulan saja saat baru datang memang lagi gangguan, toh tiap kota besar dan kecil di Indonesia ada saja yang mengalami gangguan jaringan, sudah biasa memang. Masalahnya muncul setelah beberapa hari berada di sini. Jaringan selalu mengalami gangguan, catat, SELALU. Kadang bisa sampai berjam-jam dan hebatnya orang-orang di rumahku sudah terbiasa dan jarang mengeluh. Hebat.

Orang rumah selalu mengatakan jika itu sudah biasa terjadi di sini. Jadi mereka sudah santai menghadapinya. Oke, Jika sudah terbiasa, berarti betapa seringnya gangguan jaringan di sini.

Karena masalah jaringan ini, aku berpikir jika memasang Wi-Fi mungkin masalahku ini teratasi. Akhirnya bergegas aku menelepon perusahaan telekomunikasi negara untuk menjadi pelanggannya. Setelah terpasang, aku berharap ini adalah solusi.

Namun sayangnya, sama saja. Kata temanku, memasang Wi-Fi di sini tidak akan menjadi solusi karena jaringan Wi-Fi akan jadi puing-puing masalah baru, dan itu benar. Saat aku menuliskan artikel ini, jaringan Wi-Fi juga mengalami gangguan. Inginku berteriak di hutan, berjalan ke pantai lalu menenggak minuman keras untuk melupakan masalah ini.

Masalah kota ini bukan hanya itu, yang paling krusial adalah listrik. Di kota ini, listrik padam dan menyala seperti minum obat. Bisa tiga kali sehari. Kadang, listrik padam dan menyala bisa lima kali dalam kurun waktu tiga jam. Aku curiga petugas perusahaan listrik negara ini sedang memainkan switch atau saklar seperti anak kecil agar satu kota kelap-kelip. Hal ini biasa aku lakukan waktu kecil dulu, kalian juga pernah kan?

Entah ada masalah apa, tapi ini sangat merugikan. Masyarakat mengeluhkan jika banyak alat elektronik mereka rusak dan sekali lagi emakku ngomong "ya, sabar-sabar kalau mau hidup di sini." Ini berarti masyarakat sudah terbiasa. Sebagai informasi saja, tarif dasar listrik di kota Tarakan no 2 termahal di Indonesia. Ini fakta.

Masalah di atas hanya segelintir saja, masih banyak masalah lain kok. Banyak banget. Kalian nanya apa peran Pemerintah di sini? Aku juga gak ngerti. Kalau Pemerintah bekerja dengan baik infrastruktur, sistem, serta pelayanan publik sudah pasti bagus kok.

Nah, part ini yang aku suka:

Dear Pak Jokowi,

Disebutkan dalam sila ke lima, keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia. Namun adilkah bagi masyarakat di Kota Tarakan menghadapi masalah ini tanpa ada solusi dari pemerintah setempat, pak? Saat ini masyarakat Tarakan sudah terbiasa tidak menerima keadilan, dan itu tidak adil menurut saya.

Kalau beruntung, saat bapak membaca tulisan ini walaupun kemungkinannya kecil, menginaplah di rumah warga pak, maaf tidak seperti di pulau Jawa yang listriknya menyala 24 jam dengan kestabilan jaringan internet. Nantinya, jika bapak mengeluhkan hal ini jawaban yang pasti bapak dapatkan adalah "Ya beginilah kota Tarakan, sabar-sabar kalau mau tinggal di sini." KEADILAN BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA.

*Tulisan ini sengaja dibuat dengan keluhan.






Sumber gambar: Pinterest.com

About Firly Kinnara

Seorang yang mendengarkan semua jenis musik, penulis lagu, vokalis sebuah band, editor, dan seorang anak bungsu dari tujuh saudara. Punya pengalaman beberapa tahun sebagai editor di Polimoli.com dan editor berita teknologi di channel Techno.id milik Kapanlagi Network.

0 komentar:

Posting Komentar

Mari berkomentar dengan bijak dan sopan.

Hahaha.. Terserah sih mau komentar apa saja.

Copyright © Lingkar Cerita

Designed by