Kamis, 17 November 2016

Telkomsel, PLN, dan Keikhlasan

Posted By: Firly Kinnara - 1:35 PM
Sumber gambar: Pinterest


Alkisah di sebuah pulau kecil di Kalimantan Utara, hiduplah dua orang sahabat yang begitu dekat bahkan lebih dekat dari biji pelir menggantung. Sebut saja nama mereka PLN dan Telkomsel.

Dua sahabat ini selalu menjadi kebutuhan yang sangat didamba-dambakan masyarakat. Saking pentingnya, duo sahabat ini selalu dipuja-puja masyarakat untuk selalu hadir dalam setiap lini kehidupan sosial di pulau kecil bernama Tarakan.

Keduanya memiliki kelebihan masing-masing, PLN memiliki kekuatan yang bisa menghadirkan cahaya terang dan mnghidupkan alat eletronik masyarakat. Walaupun begitu jasa mereka tidak gratis seperti yang diberikan superhero Amerika, namun masyarakat tetap saja memujanya. Bahkan PLN menawarkan harga tinggi untuk jasanya, tarif termahal kedua tertinggi di negara yang disebut Indonesia.

Lain lagi Telkomsel, sahabat dari PLN ini memiliki kekuatan yang bisa memberikan hubungan komunikasi. Kekuatannya sangatlah dibutuhkan untuk zaman sekarang, seluruh warga yang ada di pulau kecil ini berharap banyak padanya untuk komunikasi mereka seperti berbicara dengan sanak keluarga, menjalankan bisnis, bahkan menjadi jalur tercepat untuk mengetahui informasi di luar pulau kecil ini.

PLN dan Telkomsel di Tarakan adalah perwujudan dari persahabatan yang hakiki. Mereka selalu bersama bahu membahu untuk membantu masyarakat. Walaupun menggunakan jasa mereka tidak GRATIS. Aku ulangi lagi ya. TIDAK. GRATIS.

Namanya sahabat yang lebih dari saudara, keduanya kadang usil. Entahlah usil atau memang disengaja, tabiat mereka sama. Mungkin karena seringnya bareng terus, kedekatan mereka ini kadang jadi masalah untuk warga kota. Misalnya saja, jika Telkomsel sedang usil-usilnya maka semua jaringan komunikasi mengalami gangguan. Dari internet, paket data, hingga sinyal untuk telpon pun tidak bisa digunakan sama sekali selama berjam-jam hingga berhari-hari.

Lalu, karena brotherhood-istilah yang digunakan untuk persahabatan mereka-PLN juga ikutan usil dengan memadamkan listriknya. Kadang setelah berjam-jam gangguan jaringan komunikasi karena keusilan Telkomsel, saat keusilannya usai PLN malah memadamkan listriknya. Internet tanpa listrik juga gak bisa ngapa-ngapain kan? Sangat mengagumkan persahabatan ini, tentu saja mengalahkan persahabatan Batman dan Robin.

Namun dari tingkah pola usil keduanya, masyarakat bisa mengambil hikmah dari usilnya kedua sahabat ini. Masyarakat harusnya sadar bahwa persahabatan keduanya patut mereka contoh dalam kehidupan bermasyarakat. Misalnya saja kontruksi persahabatan ini dapat diaplikasikan dalam kehidupan sosial masyarakat Tarakan, maka akan banyak perdamaian yang bisa dihadirkan di pulau kecil kaya minyak ini. Siapa tau dengan adanya perdamaian di kota ini, PLN dan Telkomsel Tarakan bisa mendapatkan Nobel perdamaian. Tentu saja akan jadi kebanggaan warga kota.

Tidak hanya itu, persahabatan Telkomsel dan PLN tentu saja dapat melatih keikhlasan masyarakatnya. Karena seringya usil, akhirnya masyarakat di Tarakan lebih memilih ikhlas dalam keusilan kedua sahabat yang tak terpisahkan ini. Jika ingin belajar ikhlas dan menempa keikhlasan, maka tinggallah di Tarakan. 

About Firly Kinnara

Seorang yang mendengarkan semua jenis musik, penulis lagu, vokalis sebuah band, editor, dan seorang anak bungsu dari tujuh saudara. Punya pengalaman beberapa tahun sebagai editor di Polimoli.com dan editor berita teknologi di channel Techno.id milik Kapanlagi Network.

0 komentar:

Posting Komentar

Mari berkomentar dengan bijak dan sopan.

Hahaha.. Terserah sih mau komentar apa saja.

Copyright © Lingkar Cerita

Designed by