Senin, 07 November 2016

Cerita mantan dan sesal yang meraja (Imajiner)

Posted By: Firly Kinnara - 12:37 PM


Senyumnya dulu bagaikan malaikat, semua pakaian yang ia kenakan adalah yang terbaik yang pernah kau lihat. Walaupun ia memakai baju compang-camping dengan warna menabrak sana-sini tetap saja ia adalah hal terbaik yang pernah kau lihat.

Tingkah lakunya dulu adalah hal yang lucu yang membuatmu bahagia, bahagia yang melebihi saat kau menonton Komedian favoritmu. Ya, jatuh cinta memang seperti itu, berjuta rasanya kayak lagu lawas itu. Pagi adalah waktu favorit, di mana saat membuka hanphone lawasmu, ada pesan singkat darinya yang mengucapkan selamat pagi untuk menemani harimu yang sibuk. Setiap siang mengingatkanmu makan layaknya manusia yang kalau tidak diingatkan makan maka kau akan mati. Kemudian, menutup harimu dengan ciuman dan ucapan selamat tidurnya via pesan singkat atau pun secara langsung.

Apapun yang kau lakukan selalu mendapatkan dukungan penuhnya, apapun hasilnya ia selalu mengatakan 'bagus kok' ya walaupun kadang ia mengatakan tidak bagus tapi dengan kata-kata yang halus kayak paha girlband Korea. Itu selalu membuatmu semangat. Apa pun yang kau tulis, ia selalu membacanya. Apa pun warna yang kau rangkai ia selalu khidmat menikmatinya. Selalu dan selalu mendukungmu walaupun kau terjatuh, luka, lalu sembuh lagi.

Dia memang malaikat yang biasanya melindungi namun juga butuh untuk kau lindungi. Berjalan selama itu, waktulah yang menentukan, akhirnya kau bertemu dengan malaikat lainnya. Malaikat yang kau anggap lebih dari malaikat yang menjagamu selama ini. Perlahan kau tinggalkan untuk merapat ke malaikat yang menawarkan rupa serta pribadi yang menarik. Malaikat yang menjagamu selama ini kemudian bersedih, air matanya mengguyur bak hujan yang tidak bisa lagi kau hentikan. Maaf katamu, lalu kau meninggalkannya untuk memeluk malaikat lain yang kau temui itu.

Katanya Souljah, yang berkilau tidak selalu indah dan itu yang kau dapatkan. Akhirnya, malaikat dengan rupa dan pribadi yang menarik itu tidak seperti malaikat pertamamu, dan kini ia meninggalkanmu tanpa alasan, seperti yang kau lakukan dulu. Kemudian kau hancur lebur seperti abu dari kertas yang terbakar kemudian tertiup angin mengenai mata preman pasar lalu premannya mengamuk membunuh orang-orang yang ada di dekatnya. Ya, sedramatis itu. Lama kau tinggalkan malaikat pertamamu, kini ia sudah disembuhkan oleh waktu. Kau juga, kau juga disembuhkan oleh waktu kecuali sesalmu. Lalu kau hanya bisa katakan 'maaf' dan itu sudah terlambat.

Ada beberapa kemungkinan jatuh cinta, yang pertama di waktu yang tidak tepat, kedua pada orang yang tidak tepat, ketiga waktu dan orang yang tepat namun kau tidak tepat untuknya, lalu yang keempat adalah jatuh cinta untuk selama-lamanya. Celakanya, kemungkinan untuk jatuh cinta selama-lamanya bisa saja bercampur dengan sesalmu. Ya sudah, jangan benci dengan dirimu ataupun malaikat-malaikat yang hadir di hidupmu, cukupkan benci dengan perpisahan-perpisahan yang kau temui.

About Firly Kinnara

Seorang yang mendengarkan semua jenis musik, penulis lagu, vokalis sebuah band, editor, dan seorang anak bungsu dari tujuh saudara. Punya pengalaman beberapa tahun sebagai editor di Polimoli.com dan editor berita teknologi di channel Techno.id milik Kapanlagi Network.

0 komentar:

Posting Komentar

Mari berkomentar dengan bijak dan sopan.

Hahaha.. Terserah sih mau komentar apa saja.

Copyright © Lingkar Cerita

Designed by