Rabu, 11 November 2015

Dulu, saya pakai kamekameha untuk hancurkan gedung

Posted By: Firly Kinnara - 4:09 PM
Kamekameha @ neversaymedia.com
*Sebelum membaca, anggap saja cerita ini nyata

Beberapa tahun yang lalu, di era 90-an saya sangat menggandrungi banyak kartun yand disiarkan oleh TV nasional Indonesia, salah satunya adalah Dragon Ball. Kartun asal Jepang ini memang diakui banyak penggemarnya di Indonesia, apalagi anak-anak SD pada tahun tersebut. Siapa yang tidak kenal dengan Goku, Bulma, Mr Satan, dan tokoh-tokoh antagonis seperti Setan Boo, Piccolo, dan musuh-musuh besar Goku lainnya.

Saking senangnya menonton kartun ini, kadang sebelum sekolah dulu saya terus menirukan jurus andalan Goku di kamar mandi rumah yang dikenal dan menjadi legenda yakni Kamekameha. Bertahun-tahun saya menirukannya hampir setiap hari saya berteriak 'Kaaa..mee..kaaameee...haaaaa' tanpa sadar kepala saya digetok payung oleh emak. Setiap hari seperti itu.

Selama bertahun-tahun saya mengamalkannya, akhirnya pada suatu hari saat saya berteriak Kamekameha di kamar mandi, muncul sebuah cahaya biru di tengah kedua telapak tangan saya. Saya kaget, bukan hanya saya, cicak yang waktu itu ada di dinding pun kaget. Cicak tersebut kaget karena titit saya belum tumbuh bulu. Setelah hari itu, saya semakin rajin melihat titit saya yang belum tumbuh bulu dan mengamalkan ilmu kamekameha dari kartun Dragon Ball.

Semenjak peristiwa itu, saat saya ada di kelas 6 SD di mana fase saya suka dengan lawan jenis. Dulu saya suka sama teman sekelas saya, namanya Agnes Monata, dengar-dengar dia sekarang Go International. Agnes dulu anak yang paling cantik dan dewasa di kelas, buktinya cuma dia yang punya kaset bokep lengkap Asia Carera. Lama memendam rasa, saya tidak tahu harus bagaimana menyampaikannya, sedih. Saya cuma pemuja rahasia.

Dari semua cowok, saya adalah seorang yang lemah. Saya jarang berkelahi sampe adu pukul, soalnya saya takut. Karena takut, saya lebih memilih untuk menghindari masalah, lebih baik berteman saja dan jika tersakiti oleh orang lain, saya akan hindari orang tersebut. Namun nahas tak dapat dihindari, saat jam istirahat siang, Agnes, cewek yang saya sukai diganggu oleh sekelompok anak dari SD lain yang sering makan di kantin sekolah. Masalahnya sangat sepele, mereka cuma ngintipin sempak Agnes, lalu Agnes gak terima akhirnya ia melempar sempaknya ke gerombolan anak-anak tadi.

Akhirnya Agnes disiksa, tidak ada yang berani melawan, karena anak-anak SD tersebut memang terkenal jago berkelahi rumor ini tersebar bak legenda. Tidak ada yang berani melarang penyiksaan yang dilakukan mereka terhadap Agnes. Namun, karena dulu saya berjiwa pahlawan layaknya pahlawan FTV jadi cuma saya sendiri yang bergerak. Itupun bergerak mundur dan menjauh.

Saya dekati gerombolan tersebut yang sedang asik menyiksa Agnes, waktu itu Agnes terlihat mendesah girang, saya juga bingung kenapa ada orang yang disiksa sampai mendesah girang seperti itu. Tapi niat saya menghentikan mereka tetap bulat, seperti tai kambing yang baru keluar. Hitam pekat dan hangat.

Saya tatap mata mereka, tanpa ngomong apa-apa. Mereka membalas tatapan saya dengan bengisnya. Semua penyiksa yang memiliki jumlah 6 orang tersebut datang menghampiri saya dan meninggalkan Agnes. Agnes menatap saya dengan lemah, saya tahu dia butuh pertolongan. Setelah itu datanglah ke 6 orang yang sebaya dengan saya, tanpa berbicara mereka langsung menyerang. Saya tidak babak belur, ternyata mereka menyerang dengan upil yang dikumpulkan jadi satu dan dimasukkan dalam mulut saya. Terang saja saya marah, sangat marah. Bahkan upil tadi saya kunyah dan saya telan setelah itu tidak lupa saya minta air putih ke ibu kantin. Ahhh.. saya jadi tambah marah.

Dalam pikiran saya waktu itu hanya Kamekameha-lah yang bisa menyelamatkan saya dari 6 orang kejam ini. Akhirnya, saya pasang kuda-kuda. 6 anak yang sebaya dengan saya mulai mundur, mereka melihat kemarahan yang ada di mata saya. Setelah itu, seperti biasanya saya berteriak dengan keras "Kaaa...meeee...kaaaa....mehaaaaaa" lalu saya kedepankan tangan saya dengan formasi yang biasa dilakukan oleh Goku.

Akhirnya, 6 orang tadi lari terbirit-birit meninggalkan kantin. Mereka lari tunggang langgang ketakutan. Saya rasa telah menang, dan berhasil menghadapi orang-orang bengis tadi. Karena Kamekameha, seluruh gedung SD saya hancur, dan guru-guru saya harus kehilangan pekerjaannya. Tidak lama berselang Indonesia dilanda krisis ekonomi. Sedangkan Agnes meninggalkan saya alasannya karena dia mau Go International. Saya sangat menyesal karena ulah saya semua harus hilang. Sempat saya bertanya, kenapa dulu tidak ada sinetron Ganteng-Ganteng Serigala saja. Kenapa harus Dragon Ball?

Dari kejadian yang saya ceritakan tadi, saya sangat mendukung KPI melarang penayangan Dragon Ball di Global TV seperti kabar yang beredar beberapa minggu yang lalu. Saya mendukung sepenuhnya. Pasalnya, di dalam kartun Dragon Ball tidak ada manfaat yang bisa di ambil.

Kartun Dragon Ball terlalu banyak mengajarkan anak-anak untuk pantang menyerah. Itu tidak baik, anak-anak harusnya pesimis. Harusnya anak-anak lebih banyak menonton sinetron yang orang baiknya bego. Disiksa dan difitnah diam saja, bahkan mau dibunuh pun mereka ikhlas. Di kartun Dragon Ball, tidak ada yang seperti itu, orang baik yang ada di dalam kartun sudah pasti kuat, walaupun sesekali mereka kalah tapi mereka berlatih keras hingga bisa mengalahkan musuh-musuhnya. Sejago apapun orang baik harusnya mereka tetap menang, seperti sinetron kita, apalagi ganteng.

Saya setuju penghentian kartun ini pasalnya di dalam kartun Dragon Ball karakter antagonis bisa jadi protagonis. Lihat saja Vegetta, dia datang ke bumi untuk menghancurkan bumi, namun lambat laun dia sadar dan menjadi pasukan terbaik bersama Goku untuk menyelamatkan bumi dari musuh-musuh yang ingin membunuh semua yang hidup di bumi. Hal ini tentu saja salah kan? Harusnya orang jahat teruslah jadi jahat. Seperti yang di dalam sinetron kebanggaan kita semua, orang jahat pasti nantinya jadi gila ataupun masuk penjara, Tidak ada kesempatan untuk berubah jadi orang baik, jahat tetaplah jahat.

Selain itu, saya setuju penghentian serial Dragon Ball, kartun ini sama sekali tidak romantis seperti sinetron yang ditonton anak-anak dan remaja sekarang. Ndak ada ceritanya Goku dan Krilin berantem gara-gara memperebutkan Bulma, beda sama Ganteng-Ganteng Serigala. Goku dan teman-temannya berantem hanya untuk kebenaran dan prioritaskan keselamatan makhluk bumi. Itu tidak baiklah, mending berantem gara-gara merebutkan ceweklah. Iya kan pak KPI?

Sebenarnya masih banyak pak KPI, tapi dari cerita saya di atas sudah bisa jadi patokan bapak untuk menghentikan siaran Dragon Ball. Harusnya bapak-bapak KPI tahu, banyak anak-anak penggemar Dragon Ball tahun 90an bisa mengeluarkan Kamekameha-nya dan bisa menghabisi nyawa orang lain. Dan itu berbahaya, Walaupun belum ada bukti atau kasus yang mati karena kamekameha, bapak bapak KPI harus tegas menghentikan kengerian ini. Saya setuju pak!

Lebih baik siarkan sinetron yang mendidik orang-orang untuk pamer kekayaan, pemerkosaan, dan hal buruk lainnya di TV. Dragon Ball itu kartun sampah. Hidup KPI!

About Firly Kinnara

Seorang yang mendengarkan semua jenis musik, penulis lagu, vokalis sebuah band, editor, dan seorang anak bungsu dari tujuh saudara. Punya pengalaman beberapa tahun sebagai editor di Polimoli.com dan editor berita teknologi di channel Techno.id milik Kapanlagi Network.

0 komentar:

Posting Komentar

Mari berkomentar dengan bijak dan sopan.

Hahaha.. Terserah sih mau komentar apa saja.

Copyright © Lingkar Cerita

Designed by