Jumat, 25 Desember 2015

Gebetan jenis ini bikin pengen masuk pesantren

Posted By: Firly Kinnara - 1:55 PM
Ilustrasi wanita cantik berhijab @ Ngonoo.com


Selain gravitasi, wanita berhijab memang punya daya tarik sendiri, banyak toh yang mengakui? Senyum mereka lebih adem, kadang wanita dengan paras biasa setelah berhijab malah jadi terlihat cantik. Ada kan yang kayak gitu? Adalah pasti.

Nah, ngomong-ngomong soal hijab, saya pernah dekat dengan seorang wanita yang berhijab, sebut saja namanya Fatimah. Fatimah ini wanita keturunan Arab, saya bisa dekat waktu itu karena dikenalkan oleh seorang kawan. Melihat foto Fatimah di sebuah media sosial buat saya langsung sayang.

Fatimah itu punya senyuman yang indah khas wanita-wanita Arab yang dibalut dalam hijab yang gaul. Hidungnya, masyAllah mancung ngalah-ngalahin keran wudhu di masjid. Begitu saya lihat foto tadi, saya langsung pengen masuk pesantren dan langsung mendalami kitab Ta’limul Muta’alim.

Tapi apa daya, saya ini orang tidak religius-religius banget walaupun begitu saya beranikan diri untuk mendekati Fatimah, dengan tekad bulat dan keteguhan hati demi mendapatkan pacar. Saya beranikan diri menyapanya di media sosial. Fatimah orang yang ramah, saya minta ID aplikasi pesannya aja langsung dikasih. Dari situ saya langsung mikir, dialah yang akan jadi ibu untuk anak-anak ku.

Akhirnya saya dan Fatimah lanjut ngobrol di aplikasi pesan, saya pikir ini jadi kemajuan saat mendekati Fatimah. Pasalnya setelah bisa ngobrol nanti, saya akan ajak dia ketemuan, ajak pacaran, lalu kami bakal naik haji bareng. SubhanAllah...

Tapi realita selalu mengalahkan ekpektasi, saya yang awalnya menyapa dengan 'Hai' dimarahin sama Fatimah "Sebagai muslim kamu harusnya menyapa dengan Assalamualaikum dong," ujarnya.

Akhirnya saya balas pesannya "Assalamualaikum ya ahli kubur," kata saya. Dia mengirimkan emot tertawa, akhirnya kami mulai bercanda. Seharian kami habiskan bercanda di aplikasi pesan. Dalam obrolan tersebut saya bertanya padanya "Fatimah kamu tinggal di mana?" dia menjawab "Saya tinggal deket kampus bang, ngontrak sendiri".

Saya balas pesannya lagi "Lho, kok ngontrak sendiri?" Setelah agak lama Fatimah membalas "Iya bang, soalnya kemarin ngontrak sama temen gak cocok, soalnya mereka rada jorok," terangnya.

Saya balas pesannya dengan cepat "kan gak enak kalo ngontrak sendirian gitu?" sekitar beberapa detik saya mendapatkan balasan darinya "Walaupun aku sendiri, aku yakin ada Allah di sampingku," balasnya.

Agak lama saya membaca pesan tadi. Rada gak nyambung sih, tapi kalau sudah bawa-bawa Allah saya bingung juga mau balas apa. Saya terdiam, saya baca lagi pesan tersebut, saya berpikir sambil mengerutkan dahi, saya baca lagi, saya baca lagi. Ini Fatimah apa Mamah Dedeh? saya juga bingung. Akhirnya balasan saya cuma "Aamiin."

Memasuki hari kedua usaha mendekati Fatimah, saya ingin cepat bertemu dan buat janji dengannya. Bodo amat kalau dibilang terlalu cepat, akhirnya saya bilang "Eh kita kopdar yuk, ngopi-ngopi cantik gitu," tanpa diduga dia balas pesan saya "Kapan?" Pucuk dicinta ulam pun tiba, saya langsung balas pesannya "Yaudah, entar malam aja gimana?" dia balas dengan cepat " Besok sore aja bang, jangan hari ini."

Setelah itu saya setujui, namun sayangnya jawaban 'oke' saya dibalas dengan syarat sebelum bertemu saya harus puasa terlebih dahulu karena janjian kopdar tadi tepat di hari Kamis (dalam Islam ada puasa sunnah untuk hari Senin dan Kamis) Fatimah menjelaskan jika ia juga akan puasa bahkan akan bangunkan saya sahur. Nantinya, saat bertemu ia merencanakan buka puasa bareng sambil kopdar. SubhanAllah...

Syarat tadi membuat saya terpukul, saya merasa tidak suci, saya tidak pantas ada di dekatnya sekaligus dibuat ngeri. Realitas memang kejam, saya pun pulang naik onta melawati gurun gersang diiringi lagu Dreming with Broken Heart milik John Mayer.

Ribet banget sih, njing!

About Firly Kinnara

Seorang yang mendengarkan semua jenis musik, penulis lagu, vokalis sebuah band, editor, dan seorang anak bungsu dari tujuh saudara. Punya pengalaman beberapa tahun sebagai editor di Polimoli.com dan editor berita teknologi di channel Techno.id milik Kapanlagi Network.

1 komentar:

Mari berkomentar dengan bijak dan sopan.

Hahaha.. Terserah sih mau komentar apa saja.

Copyright © Lingkar Cerita

Designed by