Sabtu, 12 Desember 2015

Kali ini Apple mungkin kalah

Posted By: Firly Kinnara - 10:50 AM
Steve Jobs @ Applemagazine.com

Siapa yang tidak kenal Apple? Jika tidak kenal maka kalian adalah orang yang pura-pura tidak kenal karena lebih menggandrungi gadget Android dan Windows. Setidaknya kalian pasti tahu brand asal Cupertino ini dengan segala kemewahan desainnya.

Saya bukan anak desain, tapi setidaknya saya adalah orang awam yang mengerti bagaimana bagusnya sebuah desain. Apple adalah salah satu perusahaan yang saya anggap memiliki desain untuk gadget yang sederhana namun menawarkan banyak kemewahan.

Saya baru menggunakan perangkat Apple sekitar dua tahun yang lalu, itupun menggunakan iPhone 4S dari hasil tabungan gaji saya menulis selama berbulan-bulan. Saat itu saya memang hanya ikut-ikutan saja, namun malah mencintai perangkat tersebut karena kinerjanya yang sangat apik.

Saya juga bukan penggemar berat, namun untuk sisi desain saya memang lebih memilih produk Apple ketimbang produk besutan perusahaan teknologi lainnya. Namun untuk zaman keemasan perusahaan ini bersama Steve Jobs saja, untuk sekarang saya malah sedih melihat desain produk-produknya.

Baru-baru ini Apple merilis sebuah case atau biasa disebut casing, perangkat ini memiliki baterai cadangan, secara fungsi ini memang apik. Namun sayangnya dari segi desain sangat tidak bagus menurut saya.  Kalian bisa lihat sendiri desainnya, casing ini memiliki punuk tepat di belakangnya. Hal ini malah mengingatkan saya karakter kartun Quasimodo yang memiliki punuk seperti unta. Tidak baguslah menurut saya.

Smart Battery Case milik Apple @ Tech Crunch

Bukan cuma saya lho yang ngomong. Di media luar negeri, desain ini jadi bahan kritikan yang luar biasa. Padahal seperti yang saya baca di buku biografi Steve Jobs yang ditulis oleh Walter Isaacson, Steve Jobs adalah orang yang cerewet jika berbicara masalah desain. Bahkan dikatakan buku tersebut, Jobs sampai-sampai menata dengan apik komponen-komponen hardware yang ada di Mac walaupun komponen ini tidak terlihat. Jobs adalah orang yang perfeksionis, ia menganggap produk Apple adalah karya seni.

Sejak Tim Cook mengambil kemudi Apple, banyak produk yang desainnya kacau misalnya saja layar iPhone yang semakin tahun semakin memanjang. Mungkin jika metode ini terus digunakan hingga tahun 2020,  iPhone bisa digandeng saat berjalan karena memiliki tinggi yang sama dengan kalian sehingga kalian tidak kesepian lagi berjalan sendirian selama hidup ini.

Tidak hanya itu, stylus sebuah perangkat seperti pensil yang tidak lekat dengan Apple kini juga diproduksi untuk iPad Pro. Padahal tahun 2007 yang lalu Steve Jobs alergi dengan perangkat ini saat merilis iPhone generasi pertama di MWC (Mobile World Congress).

Tim Cook tidak bisa disalahkan juga, pasalnya teknologi terus berkembang persaingan yang demikian ketat dengan permintaan pasar yang beragam. Tim Cook juga tidak jelek-jelek amat menjalankan perusahaan tersebut, ia juga memiliki prestasi yang dikatakan lebih baik dari Jobs. Namun saat ini sepertinya Apple lebih butuh orang seperti Steve Jobs yang brutal dan brilian atau pilihan lain kalah dengan pesaing-pesaingnya.

Maka dari itu, saya mempertahankan iPhone 4S. Pasalnya perangkat ini adalah karya seni terakhir dari Steve Jobs sebelum ia meninggal. Produk setelah itu saya anggap jelek karena saya ndak kuat beli, mahal mamenn..

Android mungkin bisa jadi pilihan? Atau Windows 10 Mobile? Ya tergantung dompet lagi..

About Firly Kinnara

Seorang yang mendengarkan semua jenis musik, penulis lagu, vokalis sebuah band, editor, dan seorang anak bungsu dari tujuh saudara. Punya pengalaman beberapa tahun sebagai editor di Polimoli.com dan editor berita teknologi di channel Techno.id milik Kapanlagi Network.

0 komentar:

Posting Komentar

Mari berkomentar dengan bijak dan sopan.

Hahaha.. Terserah sih mau komentar apa saja.

Copyright © Lingkar Cerita

Designed by