Senin, 14 Desember 2015

4 Jenis pengguna media sosial menyambut hujan

Posted By: Firly Kinnara - 9:42 PM
Ilustrasi hujan @ wisdompills.com

Hujan adalah mesin waktu yang membawa banyak kenangan untuk orang-orang merindu. Sedikit romantis tidak akan membuat kalian mati, tapi bukan itu yang akan saya bahas, guys. Musim hujan telah datang, Nikita Mirzani digerebek karena kasus prostitusi, Setya Novanto pun masih jadi tanda tanya apakah dihukum ataukah menjadi seorang yang bebas dalam kasus 'Papa Minta Saham'. Jangan pikir ini tidak ada kaitannya. Memang tidak ada.

Musim hujan tiap tahun selalu datang, walaupun tidak tepat waktu, namun media sosial selalu meriah menyambutnya. Penyambutan media sosial soal hujan ngalah-ngalahin sambutan Jokowi saat berkunjung ke Amerika Serikat yang beberapa waktu lalu jadi viral di media-media negeri ini.

Karena hujan, media sosial jadi meriah dan banyak penggunanya menyambut fenomena alam ini dalam berbagai cara.  Kalian mau tahu jenis pengguna media sosial menyambut hujan? Tidak mau? Oke, tetap akan saya jelaskan.

1. Anak Tepi Jendela
Ilustrasi anak tepi jendela @ Theatlantic.com
Anak tepi jendela adalah penggambaran tentang pengguna media sosial yang selalu memposting segala sesuatu tentang hujan dengan kata-kata romantis. Biasanya pengguna ini akan duduk atau berdiri di tepi jendela mengagumi hujan untuk mendapatkan inspirasi ala filsuf sudut jalan Athena, Socrates. Tidak lupa pengguna jenis ini akan memegang gadget canggihnya dan memposting apapun yang ada di pikiran mereka. Mereka akan berada di tepi jendela selama mungkin hanya untuk mengagumi hujan. Kadang pengguna media sosial jenis ini susah dibedakan dengan burung kakak tua hinggap di jendela, nenek sudah tua giginya tinggal dua.. tek dung tek dung tek dung tralala -ulang 2x - burung kakak tua.

2. Anak kelon-kelonan
Posting soal kelonan @ Twitter.com
Ini adalah salah satu penyambutan yang ramai di media sosial entah Facebook dan Twitter atau media sosial lainnya. Fenomena ini selalu mucul saat musim hujan, setiap tahun, setiap saat yang bisa jadi hingga kiamat nanti. Hujan memang menjadi musim favorit anak kelon-kelonan untuk melemparkan kode bersama turunnya hujan. Biasanya postingan mereka saat hujan bernada 'ngajak kelon' misalnya saja "Hujan deres banget, enak kelonan nih," atau "Hujan, enaknya kelonan nih," intinya ngajak kelonan terus. Tuh, sama polisi tidur!

Kadang saya mikir, pengguna media sosial jenis ini hidupnya berat banget. Masa mau kelon aja harus nunggu hujan. SubhanAllah..

3. Keluhan
Keluhan soal hujan @ Twitter.com
Kalo ini ada setiap hari, namun kalo hujan keluhan mereka berubah. Biasanya sebelum hujan pengguna media sosial jenis ini selalu mengeluh soal hidupnya yang sial dengan pekerjaan menumpuk dan masalah lainnya. Namun saat hujan, mereka menambahkan keluhannya tentang hujan. Ndak berubah sih, cuma memang nambah. Dasar orang-orang tidak pernah bersyukur, pasti pendidikan agamanya jelek, Kafir!

4. Putar lagu bertema hujan
Cuplikasi video klip November Rain @ Malesbanget.com
Banyak musisi dunia menghasilkan karya yang terinspirasi dari hujan. Karena banyak, saya tidak akan menyebutkan satu per satu misalnya saja Gun N' Roses, Adele, Mariah Carey, Sheila on7, Taylor Swift, Bruno Mars, Frau - lho malah disebutin-, Nah lagu-lagu bertema hujan inilah yang biasanya akan dipamerkan pengguna jenis ini dikala hujan turun. Tidak lupa, mereka menulis caption yang biasanya berisi lirik dari lagu yang diposting tadi. Ini mungkin jadi salah satu cara mereka mengekspresikan diri, tidak ada salahnya memang. Memang. Yang salah kalau pengguna jenis ini posting lagu sambil minta saham ketika diadili malah menyatakan tidak bersalah, eh..

Demikianlah beberapa jenis pengguna media sosial menyambut musim hujan. Saya juga pengguna media sosial, yang saya lakukan saat hujan turun malah kombinasi dari semua jenis ini. Biasanya, saya posting lagu bertema hujan dengan caption yang puitis seperti anak tepi jendela yang berisi keluhan yang ujung-ujungnya minta kelon.  Nah, kalau kalian yang mana?

About Firly Kinnara

Seorang yang mendengarkan semua jenis musik, penulis lagu, vokalis sebuah band, editor, dan seorang anak bungsu dari tujuh saudara. Punya pengalaman beberapa tahun sebagai editor di Polimoli.com dan editor berita teknologi di channel Techno.id milik Kapanlagi Network.

0 komentar:

Posting Komentar

Mari berkomentar dengan bijak dan sopan.

Hahaha.. Terserah sih mau komentar apa saja.

Copyright © Lingkar Cerita

Designed by